Penerapan Protokol Kesehatan Rendah, Bisa Membahayakan Industri Pariwisata

oleh -
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat yang juga Ketua PHRI Jawa Barat, Herman Muchtar. (Foto: Jalajah Nusae/adhi)

JALAJAHNUSAE.com – Kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi corona ini dinilai masih rendah. Oleh sebab itu, harus ada upaya terus-menerus dalam menyampaikan sosialisasi kepada masyarakat agar mematuhi standar protokol Covid-19 yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Di satu sisi pemerintah diharapkan harus membelanjakan anggarannya secepat mungkin untuk  menggerakan perekonomian. Karena sekarang pemerintahlah yang memiliki dana. Namun, untuk mengimplementasikan program ini, masyarakat juga harus mendukung demi kepentingan bersama,” demikian disampaikan Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jawa Barat Herman Muchtar ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Jumat (14/8/2020).

Masih tingginya kasus Covid-19 yang ditemukan di wilayah Jawa Barat mengindikasikan bahwa peran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, jaga jarak (sosial distancing), mencuci tangan dan lainnya belum maksimal.

Menurut Herman—yang juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat ini pemerintah provinsi Jawa Barat sendiri sudah memberikan kelonggoran kepada industri untuk menjalankan aktivitas ekonomi.