TIC Harus Miliki Ciri Khas Budaya Daerah untuk Menarik Wisatawan

oleh -
Jumpa pers Sayembara Desain Arsitektur Pusat Informasi Pariwisata (Tourism Information Center) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Selasa malam (13/8/2019). (Foto Kemenpar)

JALAJAHNUSAE.com — Dalam mempromosikan 10 destinasi pariwisata prioritas (DPP) dan satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara, peranan Pusat Informasi Pariwisata atau Tourism Information Center (TIC) sangat penting. TIC dapat menjadi sarana promosi dan daya tarik wisata. Untuk itu desain arsitektur TIC harus mencerminkan ciri khas budaya masing-masing daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santoso Sungkari dalam jumpa pers Sayembara Desain Arsitektur Pusat Informasi Pariwisata (Tourism Information Center) 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata, Selasa malam (13/8/2019).

Hari Santoso Sungkari turut didampingi Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Edy Wardoyo dan Direktur Propan Raya Yuwono Imanto.

“Desain arsitektur merupakan bagian dari ekonomi kreatif dan menjadi unsur penting dalam pariwisata. Dalam penerapannya, desain arsitektur TIC nantinya akan menggunakan teknologi digital, misalnya, untuk menampilkan multimedia dan animasi di masing-masing destinasi prioritas,” papar Hari Santoso bersumber dari siaran pers Kemenpar.

Sementara Edy Wardoyo menambahkan, TIC merupakan bagian dari amenitas dan menjadi bagian penting dalam unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas).

“Dari 10 destinasi pariwisata prioritas dan satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara, masing-masing akan memiliki desain arsitektur TIC yang menjadi daya tarik pariwisata,” ujarnya.*** (IG)