Hasil Riset, Kinerja Pariwisata Indonesia Merosot

oleh -
Screenshoot, cmbc indonesia, 11 Agustus 2019.

JALAJAHNUSAE.com – Sektor pariwisata punya peran yang sangat penting dalam mendulang devisa. Tercatat, jasa perjalanan (pariwisata) merupakan sektor yang memiliki nilai ekspor terbesar pada pos transaksi Jasa-Jasa.

Seperti diketahui, bahwa ekspor jasa pariwisata terjadi kala ada wisatawan asing masuk ke Indonesia dan menggunakan layanan dalam negeri, seperti hotel dan penyewaan barang.

Selain itu pembelian barang di dalam negeri oleh wisatawan asing juga dicatat sebagai ekspor jasa pariwisata.

Sedangkan impor merupakan pembelian barang dan jasa penduduk Indonesia yang sedang berwisata di luar negeri.

Nah, portal berita ekonomi, CNBC Indonesia, 11 Agustus 2019 merilis hasil riset terkait kinerja kementerin pariwisata.

Sebagai gambaran, pada tahun 2018 nilai ekspor jasa pariwisata mencapai US$ 14,1 miliar atau 50,3% dari total ekspor jasa pada tahun yang sama.

Artinya, jika kinerja pariwisata tidak bisa digenjot atau bahkan memburuk, permasalahan CAD semakin sulit untuk diatasi.

Namun sayangnya, kinerja pariwisata di Indonesia terlihat sangat mengecewakan. Teranyar, pada kuartal II-2019, nilai ekspor jasa pariwisata hanya sebesar US$ 3,02