Lido Disetujui Sebagai KEK Pariwisata, Jabar Punya Theme Park Kelas Dunia

by -
Lido Lake Resort by MNC Hotel memiliki deck spesial yang menghadap langsung ke Danau Lido, sehingga pengunjung akan merasakan keindahan panorama danau dengan lebih dekat. (Foto:IG-@lidolakeresort )

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Kawasan Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat disetujui sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Selain Lido juga ada KEK JIIIPE di Provinsi Jawa Timur yang sudah mendapat persetujuan Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan telah  menjadi rekomendasi kepada presiden.

“Kedua usulan KEK telah disetujui dan telah menjadi rekomendasi kepada Presiden, diharapkan mampu menghadirkan investasi dan menyerap tenaga kerja dengan jumlah yang signifikan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sekaligus Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto dalam keterangannya, pekan ini.

KEK Lido digadang mampu menjadi KEK Pariwisata dengan rencana bisnis pengembangan atraksi untuk theme park kelas dunia, lapangan golf, serta retail and dining.

Kehadiran theme park diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman hingga mencapai 63,4 juta orang hingga 2038, atau rata-rata 3,17 juta wisatawan per tahun.

“Inflow devisa dari wisman serta penghematan outflow devisa dari wisnus dapat mencapai US$ 4,1 miliar selama 20 tahun,” tambah Airlangga.

Selain itu, juga akan ada pengembangan akomodasi di KEK Lido yang berupa resort mewah bintang enam, hotel berbintang lainnnya, serta pengembangan TOD.

Tak hanya itu, akan ada juga pengembangan ekonomi kreatif seperti studio film dan festival musik.

Tak hanya menarik wisman, di tahun ke-20, KEK Lido diproyeksikan bisa menarik investasi hingga US$ 2,4 miliar dan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 29.545 orang.

Sementara KEK JIIPE diproyeksikan akan mampu menghadirkan investasi hingga US$ 16,9 miliar dengan serapan tenaga kerja mencapai 199.818 orang pada saat beroperasi penuh.

KEK JIIPE direcnanakan untuk pengembangan bisnis industri metal, elektronik, kimia, energi, dan logistik. Hasil produksi pelaku usaha di dalamnya, diproyeksikan mampu memberi kontribusi ekspor sebesar US$ 10,1 miliar per tahun saat beroperasi penuh, juga substitusi impor pada produk industri metal dan kimia.

“Pengusul KEK JIIPE sudah menyatakan kesiapannya melalui ketersediaan infrastruktur wilayah dan kawasan, serta telah ada komitmen dari anchor investor untuk mengembangkan smelter tembaga di dalam lokasi KEK,” ujar Airlangga.

Tak hanya itu, pemerintah provinsi Jawa Timur juga telah menyatakan kesiapan aksesibilitas Gresik, yaitu adanya tol Krian Legundi Bunder Manyar yang sudah beroperasi. Diharapkan, mampu meningkatkan kelayakan industri yang ada di KEK JIIPE ini.

Lebih lanjut, dengan disetujuinya usulan KEK Lido dan JIIPE, diharapkan mapmu memberikan nilai lebih bagi Indonesia terhadap trade off yang diberikan, berupa fasilitas dan kemudahan.

Dan dalam pengembangannya nanti, Airlangga berharap kedua KEK mampu mendukung ekosistem usaha di sekitar kawasan. (*/adh)

Sumber: Kontan