Survei Membuktikan Kerja Dikantor Lebih Nyaman Daripada WFH

oleh -
Bekerja di rumah atau work from home (WFH) tak selamanya nyaman. Apalagi bagi yang memiliki anak kecil, potensi gangguannya lebih besar. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Saat pandemi corona (Covid-19) meluas dan pemerintah memberlakukan PSBB, semua perusahaan pun menerapkan kebijakan  working from home (WFH).

Belakangan metode kerja dari rumah ini tak selamanya memiliki sisi menguntungkan—mesti dirasakan menyisakan banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Center for Human Capital Development (CHCD) PPM Manajemen pada awal Juni 2020 terhadap 1.178 karyawan dari berbagai perusahaan, sebanyak 57 persen responden lebih menyukai bekerja di kantor (working from office/WFO) daripada di rumah (working from home/WFH).

“Alasannya, bekerja di kantor lebih memudahkan koordinasi dan minim gangguan,” ujar Psikolog sekaligus Head of Center for Human Capital Development PPM Manajemen Maharsi Anindyajati kepada Kompas.com, Kamis (12/11/2020).

Lalu, bagaimana alasan responden dengan kondisi bekerja dari rumah selama pandemi Covid-19?

” Bekerja di rumah memang memiliki kesenangan sekaligus tantangan tersendiri. Fleksibilitas dalam mengatur waktu kerja dan terhindar dari kemacetan merupakan dalih terbanyak mengapa responden menyukainya,” kata dia.

Maharsi menambahkan, para responden mengakui bekerja di rumah mempunyai tantangan yang sulit dalam menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan target.

Hal ini sejalan dengan hasil survei mengenai perilaku kerja produktif yang menyatakan bahwa 66 persen responden menilai diri mereka lebih produktif bekerja di kantor daripada di rumah.

Namun, dengan kondisi pandemi yang belum berakhir, bekerja dari rumah masih menjadi salah satu alternatif untuk mencegah penyebaran virus corona.

Meski dinilai kurang produktif, bekerja di rumah merupakan sebuah gaya kerja yang direkomendasikan ke depannya oleh responden pada survei tersebut.

Hal ini tercermin dari hasil survei yang menggambarkan bahwa tiga dari lima responden menilai dirinya lebih produktif di kantor, merekomendasikan bekerja dari rumah tiap dua kali selama seminggu.

“Dengan demikian, bekerja dari rumah atau remote working menjadi sebuah cara yang dapat ditempuh oleh organisasi untuk meningkatkan employee experience¸ kendati pandemi telah usai,” ujar Maharsi. (kom/adh)