Belanja Internet Naik Selama Pandemi Corona

oleh -
Ilustrasi

JALAJAHNUSAE.com – Alvara Research Center menyebutkan  pengeluaran belanja untuk internet bertambah selama pandemi Covid-19.

Dari hasil survei  menunjukkan bahwa pengeluaran belanja masyarakat atas kebutuhan internet pada 2020 ini mencapai 8,1 persen. Naik, dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 6,1 persen atau terjadi kenaikan 2 persen.

Menurut Hasanuddin Ali, peningkatan pengeluaran belanja internet masyarakat itu dipengaruhi juga oleh kebijakan pemerintah untuk bekerja di rumah dan sekolah dari rumah.

“Konsumsi internet kita naik. Orang yang menggunakan internet di atas 7 jam ada 48,7 persen. Baik untuk kebutuhan mengunduh, belanja online, ini menjadikan tingkat pengeluaran internet tinggi,” kata Ali dalam diskusi daring di Jakarta, Minggu (12/7) seperti dikutip Antara.

Pengguna internet paling dominan selama pandemi COVID-19 di Indonesia adalah generasi Z, kemudian berturut-turut disusul generasi X, generasi milenial atau generasi Y, dan terakhir generasi baby boomers.

Selain itu, puncak aktivitas internet masyarakat Indonesia selama pandemi COVID-19 adalah pukul 8 malam atau 20.00 WIB.

“Prime time-nya jam 8 malam,” kata CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali.

Kenaikan belanja internet itu dilakukan untuk bertukar pesan (86,5 persen), berselancar di dunia maya (80,5 persen), mengakses jejaring sosial (70,3 persen), menonton video tanpa unduh atau video streaming (55,0 persen), mengirim e-mail (53,8 persen) dan mengunduh (53,5 persen).

Selebihnya untuk belanja online (44,6 persen), pembayaran online (40,4 persen), internet banking (33,7 persen), telepon internet (32,3 persen), mendengar musik (29,9 persen), transportasi online (29,4 persen), game online, belajar online (28,6 persen), video conference (25,3 persen), e-book/e-reader (16,0 persen) dan lainnya (3,0 persen).

(adh)