“Leading In Challenging Time..”

oleh -
Wakil Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Ketut Swabawa.

Oleh: I Ketut Swabawa, CHA.

Vice Chairman IHGMA Bali

CORONAVIRUS Disease 2019 (COVID-19) yang mewabah di duaratus lebih negara di dunia menyebabkan lumpuhnya sistem perekonomian di sebagian besar industri, tak terkecuali Pariwisata yang merupakan sektor trans-nasional dan interaksi antar manusia dan wilayah.

Banyak usaha yang melakukan penutupan sementara operasionalnya, banyak juga karyawan yang dirumahkan sementara.

Di saat ini susah untuk berbicara tentang bisnis, apalagi menuntut keuntungan finansial. Namun, seorang pemimpin perusahaan harus mampu menangani kondisi ini agar tidak terlalu besar kerugian yang ditanggung oleh pengusaha.

Dalam buku 7C’s Leadership Pyramid; Transformers Leadership for Hospitality Industry disebutkan bahwa era digital menuntut para leaders ini mampu menciptakan dan mengelola perubahan.

Terlepas dari penyebab menyebarnya COVID-19, yang jelas kondisi sekarang ini benar-benar sebagai contoh bahwa perubahan pasti akan terjadi dengan diharapkan maupun tidak sama sekali.

Tidak ada yang mengharapkan adanya virus jenis baru ini yang awalnya muncul pertama kali kasusnya di Wuhan, China pada akhir 2019 lalu.

Fenomena VUCA (Volatility,Uncertainty,Complexity,Ambiguity) persis sama dengan kondisi yang terjadi sekarang, dimana segala sesuatu seperti bergejolak, tidak pasti, semakin semrawut dan menimbulkan penafsiran yang bermacam-macam.