Objek Wisata Baturraden Kembali Dibuka, Sudah Keluar dari Zona Merah

by -
Suasana malam di Taman Langit, Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. (Foto:IG-@wisatasemarang)

PURWOKERTO, Jalajahnusae.com – Mulai Minggu (13/12/2020) besok, Lokawisata Baturraden di Kabupaten, Banyumas Jawa Tengah, kembali dibuka untuk umum.

Objek wisata ini sempat ditutup lebih dari dua pekan akibat tingginya kasus Covid-19 sehingga diputuskan masuk Zona Merah.

Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Banyumas Wahyono mengatakan, pihaknya membuka kembali obyek wisata di kaki Gunung Slamet ini  karena penyebaran Covid-19 telah melandai.

“Terhitung mulai 13 Desember atau mulai besok, obyek wisata yang sempat ditutup sudah diperkenankan dibuka, karena Banyumas sudah bergerak ke zona oranye, tidak lagi merah,” kata Wahyono saat dihubungi, Sabtu (12/12/2020).

Selain Lokawisata Baturraden, obyek wisata lain milik Pemkab yang akan dibuka kembali, yaitu Bale Kemambang, Taman Rekreasi Andhang Pangrenan, Monumen Panglima Besar Jenderal Soedirman, Museum Wayang dan Pemandian Kali Bacin.

Untuk menghindari penyebaran Covid-19, menurut Wahyono, protokol kesehatan akan lebih diperketat.

“Kami sudah mengirim surat kepada pengelola agar lebih memperketat protokol kesehatan. Kemudian mengaktifkan kembali satgas internal yang sebelumnya telah dibentuk,” ujar Wahyono.

Wahyono menjelaskan, anggota satgas akan bertugas mengawasi dan mengingatkan para pengunjung maupun pedagang, agar selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi nanti ada tim yang berkeliling untuk memantau wisatawan. Misalnya ada yang berkerumun, melapas masker, petugas akan mengingatkan. Awal sudah seperti itu, tapi diketatkan lagi,” kata Wahyono.

Pihaknya juga akan tetap membatasi jumlah pengunjung tidak lebih dari 50 persen.

Untuk Lokawisata Baturraden, jumlahnya dibatasi maksimal 1.000 orang setiap periode kunjungan.

Diberitakan sebelumnya, setelah sempat dibuka selama lebih kurang empat bulan, Lokawisata Baturraden kembali ditutup sejak Kamis (26/11/2020).

Kebijakan tersebut diambil menyusul adanya peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Banyumas. (*)

Sumber: Kompas