Food Heritage Itu Berasal Dari Desa Wisata Hanjeli

oleh -
Ny Koyah,salah satu petani Hanjeli yang sekaligus Ketua KWT Mekar Mandiri sedang mengayak Hanjeli yang telah dijemur di Desa Waluran Mandiri Kecamatan Waluran Sukabumi, Jawa Barat. foto: dok hanjeli

JALAJAHNUSAE.com – Tatar Sunda, Jawa Barat  memang sejak lama sudah dikenal sebagai serpihan “surga”. Semua ada disini, dari potensi alamnya yang sejuk dengan landscap pegunungan nan hijau,pantai,kuliner, seni, budaya hingga kultur masyarakatnya yang Someah Hade Ka Semah (ramah dan selalu ingin membahagiakan tamu yang datang).

Ada benarnya jika kemudian seorang fenomenolog, psikolog, dan budayawan kelahiran Delf, Belanda, Martinus Antonius Weselinus Brouwer menyebutkan Tatar Sunda diciptakan ketika Tuhan sedang tersenyum.

Salah satu destinasi yang tak kalah fenomenalnya adalah Desa Wisata Hanjeli, yang berada di kawasan  Ciletuh Global Geoparks, tepatnya di Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Lokasi yang masih cukup alami dengan ketersediaan bahan pangan yang otentik ini bisa dicapai dengan waktu tempuh 3 jam perjalanan dari Kota Sukabumi.

Disebut Wisata Hanjeli karena masyarakat disini sekarang sudah berhasil menciptakan produk pertanian alami dari biji-bijian seperti jagung,shogun (gandum),padi darat (huma) dan yang lainnya.

Asep Hidayat Mustopa (kiri), Pendiri Desa Wisata Hanjeli atau Desa Wisata Pertama di Indonesia yang mengembangkan olahan pangan Hanjeli ketika menerima kedatangan Anggota Komisi X DPR RI Bidang Pendidikan & Ekonomi Kreatif ( Bekraf) Reni Marlinawati. foto: dok Hanjeli

Wisatawan atau pengunjung pun bisa menikmati paket hidangan nasi liwet hanjeli dan berbagai produk pangan berbahan hanjeli, seperti bubur, dodol, atau tapai hanjeli.

Adalah Asep Hidayat Mustopa yang berhasil memopulerkan kembali tanaman pangan yang nyaris  terlupakan ini.

Pria 32 tahun ini bahkan berhasil menjadikan Hanjali  sebagai daya tarik utama desa wisata yang ia kembangkan bersama warga.