Wisata Desa Akan Menjadi Target “Revenge Tourism”

oleh -
STIEPAR YAPARI Bandung menggelar Tourism Webinar;Pariwisita Kini dan Nanti,Selasa (12/5/2020). foto: tangkapa layar

JALAJAHNUSAE.com – Pascapendemi Corona (Covid-19) wisata alam akan menjadi favorit para traveller. Kondisi ini yang juga akan mendorong munculnya revenge tourism atau aksi balas dendam para turis setelah sekian lama berada di rumah.

“Saya berpikir bahwa alam menjadi sebuah target utama wisatawan.Mungkin mereka akan datang ke desa wisata,apakah itu desa wisata relegi,bahari,hortikultura. Kenapa desa wisata menjadi sebuah target karena mereka akan lebih meminimalis berinteraksi, dibandingkan dengan objek-objek wisata popular seperti di mall,pertokoan atau yang lainnya,” kata Prof Enok Maryani, Guru Besar Bidang Geografi Pariwisata saat menjadi pembicara dalam Tourism Webinar STIEPAR YAPARI Bandung; Pariwisata Kini dan Nanti,Selasa (12/5/2020) di Bandung.

Webinar yang diikuti 244 peserta lebih dengan Moderator Titing Kartika ini juga menghadirkan pembicara Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat Herman Muchtar—yang juga Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Jabar dan Ketua DPD ASITA Jawa Barat Budianto Ardiansjah.

Prof Enok Maryani, Guru Besar Bidang Geografi Pariwisata saat menjadi pembicara dalam Tourism Webinar STIEPAR YAPARI Bandung. foto:tangkapan layar

Menurut Enok, pilihan kembali kealam merupakan sesuatu yang realistis mengingat banyak masyarakat atau wisatawan yang masih memiliki rasa trauma.

“Masih ada kekhawatiran akan terjangkit Covid-19 ditengah masyarakat sehingga mereka sangat hati-hati dalam memilih tempat berlibur. Tentu ini juga bisa menjadi peluang sekaligus optimistis kita bahwa  pandemic corona segera berlalu,” lanjut Enok.