Tak Ada Penambahkan Klaster Baru COVID-19 di Jawa Barat

oleh -
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti. Foto: Humas Jabar

JALAJAHNUSAE.com – Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Barat (Jabar) yang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani Gelung Sakti memastikan tidak ada penambahan klaster baru penyebaran wabah COVID-19 di Jawa Barat.

“Hingga saat ini tidak ditemukan klaster baru dan sejauh ini yang ada penularan lokal, kemudian lima klaster sudah diidentifikasi,” ujar Berli Hamdani Gelung Sakti, Senin (11/5/2020).

Berli mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sejauh ini telah mengidentifikasi ada lima klaster penyebaran COVID-19 di Jabar, yaitu seminar ekonomi syariah di Bogor, acara keagamaan di Bogor, Musda Hipmi, acara keagamaan di Lembang Kabupaten Bandung Bara,t dan kegiatan di Sukabumi.

Ia mengaku telah memeriksa semua peserta yang terlibat dengan kegiatan di lima klaster tersebut, khususnya yang melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19 yang diidentifikasi berasal dari klaster-klaster tersebut.

Dia mengatakan sudah dilakukan sedikitnya 105 ribu rapid test sebagai upaya mengakselerasi penanganan COVID-19 di Jabar.

“Seluruh kontak sudah ditracing dan diperiksa. Di rapid test sudah 105 ribu lebih, 288 reaktif positif dan diisolasi,” kata dia.

Lebih lanjut, Berli mengatakan pihaknya berupaya penuh agar tidak ada lagi kasus impor infeksi virus corona di Jabar yang berasal dari luar, sehingga terkait pelarangan mudik ada kaitannya dengan mencegah adanya “imported case” tersebut.