Sudah 1,5 Juta Karyawan Hotel Dirumahkan,Ini Langkah Pemda Bali

oleh -
Ketua Tim Percepatan Penanganan Dampak dan Pemulihan Akibat Covid-19 Provinsi Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati ( Cok Ace)--yang juga Wakil Gubernur Bali. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Provinsi Bali merupakan daerah yang sangat terpukul oleh dampak pandemi corona (Covid-19). Terutama di sektor pariwisata yang selama ini menjadi penyumbang terbesar pendapatan asili daerah (PAD) sekaligus devisa negara.

Tercatat sejak 1 April 2020 lalu sudah hampir 1.500 hotel terpaksa tutup. Belum restoran dan industri pariwisata lainnya.

“Ya, saat ini sudah 90 % hotel tutup. Sekitar 1,5 juta karyawan sudah dirumahkan karena perusahaan tak lagi beroperasi,” kata Wakil Ketua Umum DPP Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) I Made Ramia Adnyana ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Minggu (12/04/2020).

Roda perekonomian di Bali selama ini mengandalkan sektor pariwisata yakni 70 %, sektor pertanian 18 % dan selebihnya 12 % dari sektor perdagangan seperti hasil industri kerajinan UMKM  dan yang lainnya.

Para pelaku industri di Bali pun kini tengah mempersiapkan langkah-langkah recovery seperti mendorong percepatan proyek proyek pemerintah yang sudah di jadwalkan ditahun 2020.

Wakil Ketua Umum DPP IHGMA Dr.I Made Ramia Adnyana. Foto:ist

“Disamping itu, kami juga mempersiapkan kegiatan kegiatan seperti sport tourism,konser musik,dan event-event  international kita akan arahkan ke Bali. Termasuknya  festival-festival,” ungkap Ramia.

Tidak hanya itu, Bali akan menggelar special promotion (Super Deal ),mengundang Duta Besar Negara Sahabat dan honorary consule.

Mengundang Fam Trip,Travel Blogger, Influencer dan Media juga masuk dalam program-program pariwisata yang dipersiapkan

“Itu semua sudah disiapkan untuk recovery program setelah outbreak Covid-19 selesai,” tandasnya.