Kampung Tajur, Bentuk Penerapan Desa Wisata di Purwakarta

oleh -
Suasana asri dan tertata rapi di Kampung Tajur. (dok. jabarprov.go.id)

JALAJAHNUSAE.com – Terkait instruksi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengenai desa wisata sebagai destinasi wisata, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta melalui Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) setempat implementasikannya di Kampung Tajur, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong.

Menurut Kepala Bidang Pariwisata, Disporaparbud Purwakarta, Irfan Suryana, desa wisata di Purwakarta baru ada satu titik, yakni di Kampung Tajur. Kampung tersebut memiliki potensi yang besar. Pengunjung ke Kampung Tajur setiap minggunya tak kurang dari 50 orang atau untuk rombongan tak kurang dari 200 orang.

“Pengunjung yang datang ada dari wilayah-wilayah perkotaan yang memang jenuh datang ke mall sehingga beralih ke desa wisata,” ujar Irfan, Selasa (11/2/20), dikutip dari situs jabarprov.go.id.

Di Kampung Tajur sendiri, lanjut Irfan, terdapat banyak edukasi yang dilakukan, mulai dari membajak sawah, menanam padi, menangkap ikan, hingga membuat gula aren, atau keseharian warga pribumi di desa setempat.

“Rumah-rumahnya masih rumah panggung dan bilik. Cara memasaknya juga masih gunakan tungku (hawu) atau kayu bakar,” tambahnya.

Saat ini, Disporaparbud Purwakarta pun tengah mengkaji usulan satu wilayah yang hendak dijadikan kembali desa wisata. Daerah tersebut berada di wilayah Kecamatan Kiarapedes.

“Intinya desa yang ingin masuk desa wisata itu mesti menonjolkan kearifan lokal. Sehingga nantinya bisa memberikan pendapatan ke masyarakat sekitar, juga BUMDes,” pungkas Irfan.***(IG)