Soal Perayaan Pergantian Tahun di Bali, Masih Menunggu Keputusan Gubernur

oleh -
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa (pertama dari kanan/kemeja hitam) saat menghadiri Gathering Kepariwisataan 2020 bertajuk Implementasi Protokol Kesehatan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) Menuju Pariwisata Kabupaten Badung Berkualitas, Kamis (10/12/2020). (Foto:Ist)

BALI, Jalajahnusae.com – Beberapa daerah di Indonesia belum memutuskan apakah akan tetap ada perayaan pergantian tahun seperti yang berlangsung sebelum terjadinya pandemi corona.

Salah satunya adalah di Provinsi Bali–yang selama ini merupakan barometer pariwisata nasional, belum mengeluarkan kebijakan terkait, boleh tidaknya digelarnya perayaan akhir tahun.

“Kami masih menunggu kebijakan yang akan dikeluarkan Pak Gubernur. Jadi, belum ada regulasi, pakah boleh atau tidak ada perayaan pergantian tahun baru yang mengundang kerumuman orang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa ketika dihubungi Jalajahnusae.com, Jumat (11/12/2020).

Disadari, dalam situasi pandemi seperti sekarang, upaya yang dilakukan Dinas Pariwisata Bali adalah terus-menerus mengingatkan agar masyarakat, wisatawan dan industri pariwisata tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita tidak ingin para tenaga medis yang selama 10 bulan ini sudah berupaya keras menekan penularan Covid-19 hasilnya sia-sia. Oleh sebab itu kami juga mendukung penuh dengan cara mencegah adanya kerumuman orang yang bisa berpotensi menularkan virus corona,” tambah Putu.

Menurut Putu, industri pariwisata di Bali sampai sekarang masih berjalan seperti biasa. Untuk saat ini wisatawan domestik masih bisa menikmati keindahan Bali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Begitu pun dengan  hotel, restoran, maupun obyek wisata masih diperbolehkan buka dengan ketentuan yang sudah dikeluarkan pemerintah daerah.

Syarat aktivitas kegiatan bisnis diantaranya  harus mematuhi protokol kesehatan dengan membatasi jumlah pengunjung yakni 50 persen dari kapasitas yang tersedia.