Menikmati Panorama Cantik di Taman Rekreasi Grama Tirta Jatiluhur

oleh -
Bendungan Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta yang dikelola dikelola Perum Jasa Trita II banyak menawarkan berbagai taman rekreasi. Selain Grama Tirta Jatiluhur juga ada Jatiluhur Water World (JWW). Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Hamparan sawah yang menghijau ratusan hektar menjadi salah satu daya tarik saat berkunjung ke Bendungan Jatiluhur. Bendungan yang dibangun pada 1957 itu fungsinya memang bukan sekadar untuk irigasi saja, tapi juga air minum, budidaya perikanan, dan pengendali banjir yang dikelola Perum Jasa Trita II.

Dengan sistem limpasan terbesar di dunia dan menjadi bendungan serbaguna pertama di Indonesia, bendungan Jatiluhur juga mampu menghadirkan destinasi yang indah.

Apalagi dengan hadirnya beberapa fasilitas rekreasi seperti Grama Tirta Jatiluhur.

Nah, kalau pekan ini ada memiliki liburan bersama keluarga, taman rekreasi ini bisa menjadi salah satu pilihan.

Nama Grama Tirta diambil dari bahasa Sanskerta yang berarti Kampung Air. Lokasinya ada di Kecamatan Jatiluhur atau sekitar 15 dari pusat kota, enam kilometer dari pintu gerbang tol Jatiluhur. Dari Bandung hanya 40 menit dan 1,5 jam dari pintu tol Pondok Gede.

foto: adhi

Grama Tirta Jatiluhur sendiri memiliki panorama danau terbentang seluas 8.300 ha. Anda dapat berolahraga dan melakukan rekreasi air seperti mendayung, berski air, berselancar angin, juga menggunakan kapal pesiar.

Selain itu, ada juga Jatiluhur Water World (JWW). Di dalam JWW terdapat banyak kolam renang dengan berbagai ukuran, mulai dari standar olimpiade, berseluncur, hingga kolam dangkal.

Permainan air dijamin makin seru dengan adanya wahana ember tumpah dan bungee trampoline. Bila itu masih kurang, Grama Tirta Jatiluhur juga menyediakan fasilitas flying fox untuk Sahabat Purwakarta yang ingin merasakan adrenalinnya terpompa.

foto:IG-@dheca.brotherhood

Tak hanya itu, Grama Tirta Jatiluhur juga menawarkan panorama cantik. Barisan pegunungan dan kicau burung siap menemani kesunyian alam.

Ketika senja datang, panca indera dimanjakan dengan kemuning langit yang berkilauan di permukaan danau.

Begitu pun ketika  sore berganti malam, memancing ikan—-lalu menikmati ikan bakar, dapat menjadi kesenangan tersendiri.

(adh)