Menyusul Bali, Sandiaga Akan Terapkan Work From Yogyakarta

by -
Malioboro
Ilustrasi. Seorang seniman jalanan Yogyakarta tengah unjuk kebolehan di kawasan Malioboro. foto Pixabay.

JALAJAHNUSAE.COM – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno dalam weekly press briefing belum lama ini mengatakan bahwa kemungkinan program work from Bali akan diterapkan di berbagai kota.

Sandiaga mengemukakan,  bahwa saat ini pihaknya tengah menyiapkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk dijadikan tempat bekerja seperti di Bali.

“Saat ini kami tengah menyiapkan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menjadi destinasi wisata bagi para pekerja,” kata Sandiaga, pekan ini.

Pihaknya pun telah melakukan koordinasi terkait work from Jogja dengan pemerintah kota maupun daerah di DIY.

“Untuk mendukung program tersebut, kami juga akan berkoordinasi dengan para pihak terkait agar infrastruktur jaringan internet di tempat-tempat pariwisata dapat ditingkatkan,” kata Sandiaga.

Dengan program ini kata Sandiaga, ekonomi pariwisata maupun kreatif akan kembali pulih. Tak hanya Bali dan kemudian disusul DIY, program serupa juga rencananya akan diterapkan di berbagai kota.

“Dengan begitu, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat kembali pulih. Tidak hanya Bali saja, tapi juga di daerah-daerah lain yang menjadi obyek wisata,” kata Sandiaga.

Lalu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo di Kepatihan Pemda DIY, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kabar program tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa DIY memiliki potensi yang menunjang program besutan Kemenparekraf itu, salahsatunya yakni harga makanan yang terjangkau.

“Iya jadi kita sebetulnya punya potensi yang luar biasa tidak hanya sisi makanan terjangkau, tapi pilihan juga sangat banyak. Pilihan hotel juga cukup banyak. Termasuk desa wisata kita dorong karena tren kembali ke alam, ke ekowisata, kembali ke natural. Desa wisata sangat bagus dijadikan work from desa wisata,” kata Singgih, dilansir Jalajahnusae dari Kumparan, Selasa, 08 Juni 2021.

Sementara itu, banyak beredar kabar di media sosial tentang keluhan wisatawan terhadap harga makanan yang kurang masuk akal di kawasan Malioboro.

Seperti yang diberitakan Jalajahnusae sebelumnya bahwa seorang wisatawan harus membayar Rp 37.000 untuk satu porsi pecel lele di kawasan Malioboro, DIY. (*/JAV)

Sumber: Kompas