Bali Kini Fokus Pada Pencegahan Transmisi Lokal Covid-19

oleh -
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra. foto: net

JALAJAHNUSAE.com – Perjuangan melawan pandemi virus corona belum bisa dipastikan sampai kapan bakal berakhir. Oleh sebab itu seluruh pihak harus tetap waspada dan tidak lengah mencegah penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

“Sekarang, penyebaran virus corona baru atau Covid-19 di Bali mulai bergeser dari kasus impor menjadi penularan atau transmisi lokal. Ini yang perlu diwaspadai,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bali Dewa Made Indra saat menerima bantuan logistik dari Provinsi Hainan China di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Senin (11/5/2020).

Berangkat dari kondisi ini, Pemerintah Provinsi  Bali pun mulai mengubah pendekatan penanganan kasus Covid-19 di Bali.

Indra mengatakan sejumlah upaya tengah dilakukan untuk menekan angka transmisi lokal di Bali.

“Salah satunya semakin menggencarkan edukasi untuk terus disiplin menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menyehatkan tubuh dan menjauhi kerumunan,” jelas Indra.

Sebelumnya, Pemprov Bali fokus menangani kasus positif Covid-19 yang berasal dari luar negeri. Sejumlah pintu masuk ke Provinsi Bali pun diawasi ketat untuk menekan angka penularan.

Tapi kini, Pemprov Bali mulai memperhatikan sejumlah daerah yang dinilai memiliki kasus transmisi lokal tinggi.

Aktivitas masyarakat di kawasan itu akan dibatasi untuk menekan angka penularan virus corona.

Hingga Minggu (10/5/2020), sebanyak 331 kasus positif Covid-19 tercatat di Bali. Dari jumlah itu, 118 merupakan transmisi lokal.

Sebanyak 204 pasien positif dinyatakan sembuh dari Covid-19. Sedangkan empat orang dinyatakan meninggal. Hingga kini, 103 pasien masih dirawat di sejumlah rumah sakit di Bali.

Sejak wabah Covid-19, Bali sebagai pusat pariwisata dunia ikut terpukul. Tingkat hunian hotel menurun dratis,begitu pun kunjungan wisatawan total terhenti.

(adh/kom)