Terapi Di Pemandian Air Panas Bisa Menghambat Virus Corona

oleh -
Salah seorang wisatawan mancanegara tengah berendam di air panas Sari Ater. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Berbagai ilmuwan sampai sekarang gencar melakukan penelitian tentang virus corona (Covid-19). Maklum, wabah virus asal Wuhan,China ini memang harus segera dihentikan untuk menghindari penyeraban yang lebih luas.

Nah, salah satu hasil penelitian terbaru mengenai virus corona yakni virus ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi.

Dilansir SCMP (8/3/2020), studi tersebut dibuat oleh tim dari Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, Ibu Kota Provinsi Guangdong China selatan.

Fokus penelitiannya menentukan bagaimana penyebaran virus corona baru mungkin dipengaruhi oleh perubahan musim dan suhu.

Penelitian tersebut diterbitkan bulan lalu. Dalam laporan tersebut ditemukan bahwa suhu panas memiliki peran yang signifikan terhadap perilaku virus.

Berendam di air panas alami diyakini bisa meningkatkan kekebalan tubuh sekaligus menghambat virus. Tampak pengunjung taman rekreasi air panas Sari Ater sedang berendam di air hangat. Foto: Jalajah Nusae/adhi

Dikatakan dalam penelitian, suhu dapat secara signifikan mengubah transmisi Covid-19 dan mungkin ada suhu terbaik untuk penularan virus.

Sensitif Terhadap Suhu Tinggi

Virus ini sangat sensitif terhadap suhu tinggi, sehingga dapat mencegahnya menyebar di negara-negara yang beriklim hangat.

Sementara itu di negara dengan iklim yang lebih dingin penyebarannya lebih mungkin terjadi.