Ingin Beriwisata Ke Pemukiman Suku Baduy, Ikuti Aturan ini

oleh -

JALAJAHNUSAE.com – Baru-baru ini jagat maya diramaikan oleh keinginan Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Provinsin Banten untuk dihapus dari destinasi wisata nasional.

Mereka bahkan berkirim surat terbuka ke Presiden Jokowi agar mendengarkan aspirasi warga Baduy yang merasa terganggu dengan jumlah wisatawan yang sudah berlebihan. Juga sampah plastik yang kian bertambah.

Fenomena ini, justru membuat banyak orang semakin penasaran ingin mengunjungi Desa Kenekes—dimana Suku Baduy ini menetap. Selain keunikan budaya dan pernik-pernik yang dihasilkan warga setempat, keindahan alam Kenekes adalah salah satu daya tariknya.

Nah, buat kalian yang penasaran dan ingin berkunjung ke kawasan wisata Suku Baduy ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Tentu, persiapan fisik juga sangat penting karena kalian akan memasuki wilayah dengan kondisi jalan perbukitan.

Desa Kanekes bisa dikunjungi melalui Terminal Ciboleger sebagai pemberhentian terakhir kendaraan bermotor.

Dari sini pemandu akan mengajak wisatawan melintasi bukit masuk ke dalam hutan hingga menemukan desa warga Baduy Luar.

Bagi yang sempat mengunjungi Suku Baduy pasti bakal terkagum-kagum dengan pemandangan alamnya yang indah dan perilaku warganya yang ramah tamah.Namun selama kunjungan, turis wajib menjaga adat istiadat Suku Baduy.

Aturan berkunjung yang paling utama ialah menjaga kelestarian alam, dengan tak membuang sampah sembarang, menggunakan barang dalam kemasan sekali pakai, dan menggunakan pasta gigi dan sabun di sungai.

Aturan lain tergantung wilayah yang bakal didatangi, Baduy Luar atau Baduy Dalam.

Karena Suku Baduy punya konsep menjauh dari hal yang berbau duniawi, sebaiknya datang dengan pakaian tertutup serta melupakan gadget yang dibawa, seperti telepon genggam atau kamera. Warga Baduy Dalam juga dikenal tak suka dipotret.

Kalau masih bingung dengan aturan berkunjung ke sana, sebaiknya datang bersama pemandu wisata yang merupakan warga Suku Baduy. Selain bisa menjelaskan adat istiadat lebih lengkap, usaha ini juga sebagai bentuk memajukan perekonomian Suku Baduy.

Namun, Desa Kanekes tetap terlarang bagi warga negara asing. Beberapa wartawan asing yang mencoba masuk untuk mengenal Suku Baduy sampai sekarang selalu ditolak masuk.

Bagaiamana? Sudah siapa berkunjung ke Kenekes?

(adh)