Jokowi Minta Kurangi Dominasi Waralaba Di Rest Area

oleh -
Sepanjang rest area di Tol Cipali sangat mudah ditemukan rumah makan waralaba, seperti di rest area KM 86 Cipali ini. Foto:Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan untuk mengurangi fasilitas di rest area seperti kuliner waralaba. Presiden menekankan sebaiknya tempat istirahat tersebut diisi oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil Menengah (UMKM).

“UMKM ini sudah saya ulang-ulang ke Menteri PU (Basuki Hadimuljono), Menteri Perhubungan (Budi Karya) untuk mengisi sentra-sentra ekonomi di kawasan infrastruktur yang baru yang telah dibangun,” kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Senin (9/12/2019), saat membuka rapat terbatas (ratas) mengenai pemberdayaan UMKM tahun 2020.

Dalam kesempatan tersebut Jokowi  juga menyinggung soal eksistensi perusahaan kopi dan ayam goreng yang sudah mendominasi di Indonesia.

“Misalnya rest area jalan tol, rest area di jalan tol isi dengan produk-produk brand lokal, karena yang lalu-lalu kita lihat kalau rest area itu pasti isinya kalau kopi ya kopi itu, kalau ayam ya ayam itu, nggak usah saya sebutkan saya kira Bapak Ibu tahu semuanya, ini mulai harus digeser” tambahnya.

Menurut Jokowi, produk kopi lokal dan ayam goreng lokal saat ini memiliki kualitas yang bagus. Bahkan, banyak kopi lokal dan ayam goreng lokal yang digemari oleh masyarakat.

Presiden Joko Widodo. Foto:IG-@jokowi

“Yang rasanya tidak kalah. Lebih enak dan lebih murah. Sepertiga lebih murah, itu yang dipasang. Kok yang itu-itu aja, ayam juga sama, ayam kan banyak sekali, masa yang dipasang di depan rest area pasti ayam itu-itu saja,” tegas Jokowi.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini mengungkapkan bahwa pemberdayaan UMKM nasional harus menjadi komitmen bersama. Lokasi yang akan mengutamakan UMKM lokal adalah rest area di jalan tol Trans Sumatera.

“Lampung sampai ke Aceh itu berapa ada rest area? Pasang dong brand-brand lokal kita baik yang belum jadi di tol di Jawa juga sama rest area tolong diisi oleh UMKM kita,” katanya.

Tidak hanya itu, Jokowi juga meminta setiap kementerian/lembaga (k/l) untuk merancang skema pemberdayaan UMKM lebih konkret.

Salah satunya dalam proses pengadaan barang dan jasa diprioritaskan produk UMKM.

Khusus kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk memasukkan produk UMKM dalam sistem e-purchasing dan e-katalog.

“Ini juga penting, jangan sampai yang masuk justru yang gede-gede, yang kecil ditinggal. Ini saya ingat lagi urusan cangkul. Cangkul lokal dimasukkan ke e-katalog harganya separuh lebih murah dari yang impor. Ini kalau nggak ngambil dari sini ya kebangetan,” ungkap Jokowi.

Produk UMKM juga berikan ruang untuk masuk dan disiapkan ke-5 destinasi wisata baru. Jokowi minta disiapkan terlebih dahulu mulai dari sekarang sehingga saat barang itu jadi, mereka sudah bisa masuk.

(adh/dtk)