Objek Wisata Di KBB Masih Mengandalkan Wisatawan Luar

oleh -
Objek wisata di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat masih belum stabil karena belum semua bus pariwisata bisa masuk kawasan ini. foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Kunjungan wisatawan ke objek wisata Kabupaten Bandung Barat (KKB), Jawa Barat sampai pekan ini belum terlihat stabil. Kondisi ini lebih disebabkan karena pengunjung yang datang masih berasal dari sekitar sekitar.

“Masih belum stabil karena pengunjung baru dari dalam Jawa Barat saja. Mudah-mudahan setelah pengunjung luar Jawa Barat masuk bisa lebih ramai lagi,” ungkap Pengelola Terminal Wisata Grafika Cikole Sapto Wahyudi, kemarin.

Pengelola objek wisata di KBB pun berharap keputusan Pemkab Bandung Barat mengizinkan wisatawan luar Jawa Barat berkunjung bisa mendongkrak jumlah pengunjung.

Berdasarkan rencana yang disepakati Bupati KBB dan Gubernur Jawa Barat, pengunjung asal luar Jawa Barat mulai diperbolehkan berkunjung ke KBB sejak Selasa (7/7/2020).

Selama ini  pengunjung dari luar Jawa Barat menjadi penyumbang income terbesar dibanding wisatawan lokal di Bandung Barat.

Kawasan wisata di Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini masih didominasi wisatawan lokal. foto: Jalajah Nusae/adhi

“Kalau yang lokal itu kan paling kuliner aja ke sininya, kalau yang luar Jabar seperti Jakarta dan Jawa Tengah itu paket outbond, menginap, dan otomatis makan. Jadi lebih untung, harapannya memang seperti itu, ada kunjungan dari wisatawan luar Jabar,” tambah Wahyudi.

Sebagai persiapan menyambut kunjungan wisatawan luar Jabar, pihaknya menerapkan protokol kesehatan seperti yang sudah dilaksanakan selama pandemi COVID-19.

“Sebetulnya sudah diterapkan sejak sebelum-sebelumnya, seperti cuci tangan, cek suhu tubuh. Kalau yang menginap, itu setelah ganti sprei dan semuanya, akan didiamkan dulu selama 6 jam, baru boleh diisi lagi,” katanya.

Sementara Manager Operasional Lembang Park and Zoo Iwan Susanto, menuturkan hampir sebulan dibuka, kunjungan wisatawan lokal ke objek wisata yang menghadirkan satwa sebagai daya tariknya tak lebih dari seribu orang. Beruntung, bila akhir pekan masih bisa melebihi angka tersebut.

“Kalau hari biasa atau weekdays itu paling banyak 800, jarang sampai seribu. Padahal dulu weekdays juga bisa sampai 2.500. Memang sekarang ada pembatasan, maksimal 50 persen kunjungan. Artinya maksimal 5.000 orang,” katanya.

Sebelumnya, Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna mengatakan objek wisata sudah menerapkan protokol kesehatan di masa transisi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan baik, sehingga dipastikan siap menerima kunjungan wisatawan luar Jawa Barat.

(adh)