Oyo Indonesia Prediksi Destinasi Wisata Domestik Banyak Digemari Pada New Normal

oleh -
Sari Ater Hotel & Resort di Kabupaten Subang,Jawa Barat menghadirkan paket "Mulih Lembur" bagi mereka yang merindukan suasana kampung halaman. foto: dok sari ater

JALAJAHNUSAE.com – Pelaku industri hospitality, Oyo Indonesia membagi sejumlah prediksi terkait perubahan kebiasaan, tren dan preferensi masyarakat dalam melakukan perjalanan wisata.

Dalam keterangan resminya  Senin (08/6/2020), Oyo memprediksi destinasi wisata domestic akan semakin digemari dan bertumbuh pada pascapandemi dan era normal baru.

Menurut Country Head Emerging Business OYO Indonesia, Eko Bramantyo, hal ini disebabkan karena industri pariwisata juga masih dituntut untuk menjalankan operasional sesuai dengan protokol kesehatan, dan berpengaruh pada terbatasnya jumlah penumpang hingga melonjaknya harga tiket perjalanan.

Sehingga, masyarakat akan cenderung memilih perjalanan domestik, yang akan mendorong pertumbuhan di sektor pariwisata lokal.

Para wisatawan juga diprediksi akan cenderung melakukan perjalanan ke tujuan yang lebih terpencil dan tidak banyak kerumunan orang.

Perilaku penghematan serta penerapan kebiasaan baru di fase normal baru pun membuat wisatawan cenderung memilih melakukan staycation di hotel budget dengan skala kecil yang memberikan pengalaman menginap unik.

Hotel-hotel boutique dengan kapasitas yang lebih kecil ini akan lebih diminati karena dapat memberikan rasa aman dan nyaman ketika berlibur pasca COVID-19 dikarenakan pelanggan dapat menghindari kerumunan orang demi menjaga jarak sosial dan higienitas saat menginap.

Selain itu, OYO juga memprediksi bahwa peran teknologi akan menjadi lebih krusial dalam mendukung industri wisata dan hospitality.

Salah satu poin penting peranan teknologi di industri hospitality adalah mempersiapkan industri untuk memberi rasa aman bagi para pelanggan ketika mereka harus bepergian, salah satunya melalui mekanisme pemesanan tanpa kontak fisik.

Data internal OYO mencatat performa hotel OYO di Indonesia perlahan mulai membaik seiring dengan berbagai inisiatif yang dilakukan baik dari sisi operasional maupun bisnis.

Tingkat okupansi yang berada di bawah 20 persen pada April, kini mulai menunjukkan grafik peningkatan sejak Mei dengan 92 persen pemesanan selama pandemi, dilakukan melalui kanal penjualan yang dikelola OYO seperti aplikasi, web, dan micro market selling OYO.

“Sebagai perusahaan akomodasi berbasis teknologi, DNA OYO adalah fokus melakukan inovasi baik secara operasional maupun bisnis, guna memberikan solusi bagi para mitra dan pelanggan,” kata Eko.

Eko melanjutkan pandemi memang memberikan tantangan berat, namun pihaknya berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik dengan beradaptasi pada kondisi pasar.

(adh)