Lewat Zoom Meeting, Sandiaga Bahas Soal Pemulihan Sektor Pariwisata di Rakerda I 2021 dan HUT PHRI Ke-52

by -
Sandiaga Uno Rakerda PHRI I/2021
Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia berdiskusi pada acara Rakerda PHRI I/2021 di Bandung (9/2/2021) | Foto: JalajahNusae.com - Adhi JN

BANDUNG, Jalajahnusae.com – BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I, Selasa (9/2) di Hotel Papandayan, Kota Bandung.

Rapat sekaligus perayaan HUT PHRI ke 52 ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Solahudin Uno hingga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik yang mewakili Ridwan Kamil.

Dalam acara ini, pemulihan ekonomi sektor pariwisata menjadi bahasan utama. Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani menjelaskan bagaimana kondisi sektor pariwisata terutama hotel dan restoran yang turun akibat dampak pandemi.

“Tadi saya sudah menjabarkan bagaimana keadaan sektor pariwisata yang turun drastis akibat pandemi, dan pak Sandiaga juga sudah mendengarkan keluhannya” kata Hariyadi.

Sementara itu, lewat zoom meeting Sandiaga Uno mengajak PHRI untuk turut serta mengawal program pemerintah dalam pemulihan sektor pariwisata. Dirinya juga memberikan beberapa tips untuk program yang dijalankan.

“Pokoknya bersama-sama lah kita kawal program pemulihan ini, dari Ssya tipsnya cash is the king bagaimana aliran dana bisa langsung tersalurkan ke perusahaan yang terancam melakukan PHK karyawannya” kata Sandiaga Uno.

Pemulihan Pariwisata Butuh Sokongan dari Pemerintah

Hariyadi juga menjelaskan pentingnya intervensi dari pemerintah untuk pemulihan ini. Mulai dari penanganan pandemi COVID-19 hingga program pemulihan ekonominya.

“Negara harus turun tangan, agar pemulihan berjalan lancar” kata Hariyadi.

Dirinya pun menjelaskan bagaimana langkah yang sudah ditempuh sejauh ini. “Salah satu langkah yang kami ambil saat ini adalah mempertahankan demand seperti menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan terkait pariwisata contohnya Air Asia,” pungkasnya. (JA/TSS)