Sebagai Destinasi Super Prioritas, Djangga Dolok Masih Minim Data Wisman

oleh -
Ruma Bolon-Op Marhutala Manurung ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan mancanegara saat bekunjung ke Desa Wisata Djangga Dolok,Toba Samosir,Sumatera Utara. Foto: dok kemenparekraf

JALAJAHNUSAE.com –  Desa Wisata Djangga Dolok, Toba Samosir, Sumatera Utara (Sumut) di  Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang termasuk destinasi pariwisata super prioritas masih minim data kunjungan wisatawan mancanegara.

Padahal data ini sangat diperlukan untuk mengukur, apa saja yang dinginkan wisman. Selama ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sumut menemui kesulitan untuk mendata jumlah kunjungan wisatawan yang datang ke kawasan dengan udara sejuk dan keunikan rumah adat.

“Begini, untuk data wisman biasanya diperoleh per pintu masuk. Data tersebut ada di masing-masing kota atau kabupaten. Nah, kita selalu minta tetapi mereka tidak pernah mengirim. Termasuk untuk di Djangga Dolok ini. Jadi kita tidak punya data itu,” demikian dikemukakan Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Utara, Mukhlis kepada Jalajahnusae.com,Jumat (08/11/2019).

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memasukan Djangga Dolok sebagai destinasi super prioritas.

Menurut Mukhlis, kesulitan lain untuk bisa mencatat trafik kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang masuk ke Djangga Dolok karena di area tersebut tidak ada pos retribusi.

“Kita akan lebih mudah menghitung jumlah wisnu atau wisman yang masuk ke suatu kawasan wisata kalau ditempat tersebut sudah dipungut retribusi,” tambah Mukhlis.

Kepala Bidang Bina Pemasaran Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, H. Muchlis. Foto:Dok

Diakui Mukhlis, Djangga Dolok memang masuk sebagai salah satu destinasi super prioritas bersama daerah yang lainnya. Untuk itu banyak pembenahan yang dilakukan baik infrastruktur jalan maupun sarana pendukung lainnya.

Salah satu keunggulan Djangga Dolok adalah udaranya yang sejuk. Suhunya sekitar 19 derajat celcius hingga menjelang siang hari.

Dulu, destinasi tersebut memiliki rumah adat dengan usia sekitar 250 tahun. Namun, jejak sejarah hilang karena kebakaran.

Kini, Ruma Bolon-Op Marhutala Manurung telah direstorasi dan difungsikan sebagai homestay. Kapasitas huninya sebanyak 20 orang. Harga sewa Rp 100.000 per malam.

Selain homestay, Djangga Dolok memiliki alam eksotis. Hutan lindungnya hijau dan rimbun.

Kawasan tersebut memiliki satwa endemik Burung Rangkong. Ada juga kawanan spesies primata. Djangga Dolok juga mengembangkan eco-wisata sungai.