Warga China Sesaki Tempat Wisata di “Golden Week”

oleh -
Beberapa objek wisata di China di banjiri masyarakat pada pada hari libur nasional tersibuk, Golden Week di tengah pandemi Covid-19, Rabu (07/10/2020). (Foto:IG-@gotoningbo)

JALAJAHNUSAE.com – Jika beberapa daerah di Indonesia sedang disesaki berbagai demo penolakan Omnibus Law, begitu pun di China.

Bedanya di negeri Tirai Bambu tersebut masyarakatnya menyesaki tempat wisata Tembok China.

Suasana yang sama-sama “sesak” itu terjadi pada hari libur nasional tersibuk, Golden Week di tengah pandemi Covid-19, Rabu (07/10/2020).

Sebagaimana dilansir CNN International, foto-foto tempat wisata di Beijing akhir pekan lalu menunjukkan kerumunan besar-besaran di sepanjang dinding yang berkelok-kelok.

Para wisatawan berdesakan dalam jarak dekat ketika melewati pintu-pintu yang sempit.

Sebagian besar memakai masker, tetapi sejumlah orang, termasuk anak-anak, menarik masker hingga ke dagu, dan beberapa tampaknya sama sekali tidak memakai masker.

China melaporkan jumlah kasus Covid-19 cukup rendah sejak musim semi. Kendati sempat ada klaster di Beijing pada Juni 2020, tetapi kebijakan lockdown segera dapat mengatasi kasus dalam beberapa pekan setelahnya.

Golden Week biasanya dimanfaatkan oleh orang China kelas menengah bepergian ke luar negeri dalam jumlah besar.

Warga China sedang menelusuri salah satu kawasan wisata di hari libur nasional, Golden Week. (Foto: @gotoningbo)

Namun, tahun ini akibat pembatasan visa, persyaratan karantina, kurangnya penerbangan internasional dan bahaya Covid-19 yang sedang berlangsung membuat para pelancong China melakukan perjalanan di dalam negeri sebagai gantinya.

Hanya dalam empat hari pertama liburan, ada 425 juta perjalanan turis domestik di China yang menghasilkan lebih dari US$45 miliar pendapatan pariwisata, menurut data dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

“Kami telah melihat lebih banyak turis tahun ini daripada tahun-tahun sebelumnya. Jumlah turis harian meningkat dua kali lipat sejak kami membebaskan biaya masuk,” kata seorang karyawan di objek wisata Yellow Crane Tower Wuhan pekan lalu, menurut media milik pemerintah, Global Times.

Dilansir dari Global News, Golden Week menjadi liburan tersibuk bagi masyarakat China. Kendati mengklaim telah membatasi penyebaran Covid-19, tetapi klaim itu dapat diuji setelah tes setelah liburan.

Partai Komunis China mendorong warganya untuk mengunjungi tujuan wisata untuk Tahun Emas. Bahkan, tiket terjual habis cepat di banyak tujuan, dengan kapasitas dibatasi hingga 75 persen. (*/adh)