Kemenparekraf Dorong Buku Lokal Masuk Marketplace Agar Tetap Survive

oleh -
Bursa Buku Lokal

JALAJAHNUSAE.com  – Pada masa pandemi ini sebanyak 58,2 persen penerbit mengalami penurunan penjualan melebihi 50 persen.

Survei Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI)  bahkan menemukan  sebanyak 29,6 persen penerbit mengalami penurunan penjualan antara 31-50 persen.

Oleh sebab itu, agar buku lokal tetap survive dan menopang kecerdasan anak bangsa Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menjalin kerja sama IKAPI mendorong buku lokal bisa masuk ke beberapa marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Blibli, dan Lazada.

Program Beli Buku Lokal sebagai upaya stimulus bagi pelaku ekonomi kreatif (ekraf) yang terdampak COVID-19 pun diluncurkan dengan menggandeng beberapa marketplace tadi.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya dalam pernyataanya di Jakarta, Jumat (7/8/2020) menjelaskan, program Beli Buku Lokal bermula dari gagasan untuk memberikan insentif kepada masyarakat pecinta buku Indonesia.

Insentif dari pemerintah ini diharapkan akan menghasilkan efek bola salju bagi peningkatan promosi dan penjualan buku.

“Artinya secara tidak langsung dapat memberikan manfaat bagi para pelaku kreatif di industri penerbitan yang menjadi binaan Kemenparekraf,” kata Nia Niscaya.