Ini Pesan Walikota Bandung Di Acara Safari Ramadhan PHRI

by -
Walikota Bandung Oded Muhammad Danial ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Safari Ramadhan PHRI yang ke-28 di Grand Bidakara Savoy Homann,Selasa (7/5/2019). Foto:Jalajah Nusae/adhi
Walikota Bandung Oded Muhammad Danial ketika memberikan sambutan dalam acara pembukaan Safari Ramadhan PHRI yang ke-28 di Grand Bidakara Savoy Homann,Selasa (7/5/2019). Foto:Jalajah Nusae/adhi

JALAJAH NUSAE – Hotel Bidakara Grand Savoy Homann Bandung menjadi tempat pertama kegiatan Safari Ramadhan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat,Selasa malam (7/5/2019). Hotel yang berada di Jalan Asia Afrika ini terlihat penuh jamaah yang terdiri dari para anak yatim piatu dan pengasuh Majelis Taklim Al-Uspar.

Sudah menjadi kegiatan rutin tahunan, tarawih keliling PHRI 2019 ini memasuki tahun ke-28 dengan mengambil tema “Melalui Safari Ramadhan Kita Ciptakan Kerukunan Antar Sesama untuk Meraih Kulitas yang Lebih Baik”.

Hadir dalam Safari Ramadahan ini Walikota Bandung Oded Muhammad Danial,Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar,Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Jawa Barat, Iwan Rismawardhani, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, Ketua Safari Ramadhan Tatang Ma’ruf, Dai Teungku Maulana, tokoh perhotelan dan pariwisata  Jawa Barat Momon Abdurahman dan tamu undangan lainnya.

Ketua PHRI Jawa Barat Heran Muchtar saat memberikan sambutan. Foto:adhi

Direktur Hotel Grand Bidakara Savoy Homann Mohammad Junaefin dalam sambutannya menyatakan ucapan terima kasih karena telah dipilih sebagai tempat pertama dilaksanakan Safari Ramadhan 2019.

“Kami,keluarga besar Savoy Homann merasa bersuka cita karena telah di pilih oleh DPD PHRI Jabar untuk melaksanakan sholat tarawih berjamaah. Mudah-mudahan acara ini bisa memberikan makna tersendiri oleh PHRI. Dan bagi Savoy Homann dapat memberikan keberkahan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Jawa Barat Herman Muchtar mengemukakan bahwa dalam perjalananya Safari Ramadhan yang dilaksanakan selama 26 hari selalu berjalan dengan baik. Dilaksanakan satu hari setelah puasa dan berakhir tiga hari sebelum Hari Raya Iduk Fitri.

Direktur Hotel Grand Bidakara Savoy Homann Mohammad Junaefin (kedua dari kiri) usai memberikan santunan kepada anak yatim. Foto:adhi

“Saya berterima kasih atas kehadiran Pak Walikota pada acara ini. Sebetulnya beliau ini adalah teman lama saya, waktu beliau menjabat sebagai wakil rakyat dan saya rakyat biasa,” kata Herman membuka sambutannya.

Herman pun me-remind kembali awal persahabatannya dengan Mang Ode—begitu sapaan krab Walikota Bandung. Ia  masih ingat betul, pertemuan-pertemuan kalah itu,saat Mang Oded baru masuk DPRD mendapatkan pembekalan ekonomi dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung, dan itu hanya diikuti oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saja.

“Alhamdullilah sampai hari ini persahabatan saya dengan Mang Oded masih berjalan dengan baik. Ini juga menjadi rasa syukur kita,” katanya.

Seperti diketahui, bulan Ramadhan merupakan bulan yang tak hanya mewajibkan kita untuk berpuasa saja.

“Pada bulan ini, kita semua juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah-ibadah lain, seperti shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, sedekah, infaq, dan ibadah serta amal-amal lainnya,” katanya.

Kenapa anjuran itu harus kita ikuti. Tidak lain dikarenakan bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan rahmat dan ampunan dari Allah SWT serta menjadi ajang transformasi kesadaran (ruhaniyah) agar lebih peka dan peduli pada sesama.

“Oleh sebab itu, bulan Ramadhan ini kita harapkan bisa menjadi ajang perbaikan bagi kita semua sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” tambah Herman.

Dibagian lain Walikota Bandung Oded Muhammad Danial mengatakan bahwa momentum safari Ramadhan harus dimanfaatkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin tanya,apakah ibu-ibu dan bapak-bapak disini ingin sukses,” tanya Oded yang disambut gemuruh jamaaah dengan ucapan,”mauuu…”

Selanjut Oded mengemukakan bahwa jika manusia ingin sukses didunia pasti butuh sesuatu aktivitas yang namanya Tijarah (mencari nafkah/berniaga/dagang). Oleh sebab itu kalau ingin sukses dalam mencari nafkah, menurut Oded, ada tiga hal yang harus dilakukan.

Pertama, umat muslim harus menyemarakan bulan puasa dengan Tilawah Al-Quran. Benar-benar mencintai Al Quran dengan kesungguhan hati.

“Coba buat perencanaan, selama satu bulan ramadhan kita bisa hatam baca Al Quran. Itu modal kalau kita ingin sukses hidup,dunia akhirat,” katanya.

Kemudian yang kedua, kata Oded, umat diharuskan berusaha sholat berjamaah tepat waktu. Lebih jika dilakukan di masjid atau musholla.

“Dan yang terakhir, banyak-banyak bersedekah  atau infaq. Nah,tiga hal tadi telah Allah SWT janjikan sebagai mana disebutkan dalam Al Quran. Sesungguhnya orang-orang yang punya modal selalu  mencintai Al Quran,membaca Al Quran,selalu dekat dengan Al Quran dan bersahabat dengan Al Quran,” tegasnya.

Oleh karenanya, jika hal tesebut diamalkan dengan baik maka Allah SWT akan menurunkan keberkahan dan kesuksesan  dalam usaha yang dijalani.

(adh)