Ekonomi Menurun, 3000 Pekerja Sektor Pariwisata Bali Kehilangan Pekerjaan

by -
Ilustrasi Bali dari Pixabay

JALAJAHNUSAE.com – Sektor pariwisata menyumbang lebih dari 50% pendapatan Bali. Pandemi berimbas buruk pada sektor tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa mengatakan, perekonomian di dua kuartal terakhir pada tahun 2020 mengalami tekanan yang lebih parah dibandingkan perekonomian nasional.

“Ini sebuah fakta sejarah yang sebelumnya belum pernah terjadi. Dan biasanya dalam keadaan normal, pertumbuhan ekonomi Bali selalu berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini bisa dipahami mengingat Bali sangat tergantung dari pariwisata,” kata Putu dilansir Jalajahnusae.com dari detikfinance, Kamis (8/4).

Dampak paling besar dialami oleh pekerja di sektor pariwisata. Pasalnya, karyawan harus kehilangan pekerjaan yang mana menjadi satu-satunya sumber ekonomi keluarga.

Dirinya menyebutkan, sekitar 3.000 pekerja pariwisata mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut menyebabkan angka pengangguran di Bali pun meningkat.

“Ada 3.000-an datanya yang di PHK. Dan dari data BPS per Februari kemarin, angka pengangguran Bali menjadi meningkat yang biasa pengangguran Bali itu adalah paling rendah secara nasional. Dan sekarang posisi kita ada di urutan ke 18 yaitu sebesar 5,63%. Dalam keadaan normal angka pengangguran kita hanya 1,2-1,3%,” pungkas Putu.

Untuk itu, penanganan pandemi harus dijalankan secara optimal dan perlu adanya siasat khusus. Begitu pula dengan sektor ekonominya. Putu mengatakan, minimal jumlah vaksinasi di Bali harus mencangkup 70% penduduk, agar mengurangi angka penularan.

“Mudah-mudahan vaksinnya bisa di-drop, sehingga 70% masyarakat Bali bisa tervaksin, dan secara ketentuan WHO apabila 70% sudah divaksin, seyogyanya kasus COVID-19 bisa menurun. Dan Bali akan normal kembali, kita siap menerima wisatawan mancanegara (wisman),” kata Putu.

Dirinya berharap pada bulan Juni atau Juli pariwisata Bali bisa dibuka untuk wisatawan mancanegara.

“Kami optimistis dengan diisyaratkannya pada bulan Juni-Juli akan dibuka untuk border internasional,” pungkas Putu.