3 Merek Vaksin Covid-19 Dijual Bebas di Darknet, Ini Tips Hindari Penipuan

by -
Ilustrasi Dark Web

JALAJAHNUSAE.com – Vaksinasi Covid-19 dapat membuat seseorang memiliki kekebalan terhadap virus Corona, sehingga bisa menurunkan kesakitan atau kematian akibat Covid-19. Pemerintah di setiap negara menyediakan vaksinasi tersebut untuk diberikan kepada warganya, yang tentunya vaksin tersebut legal dan terverifikasi.

Namun apa jadinya bila ternyata vaksin Covid-19 ditemukan dijual bebas di Darknet? Seberapa berbahayakah? Darknet merupakan bagian dari internet yang tidak bisa ditemukan oleh mesin pencari popular, dan untuk mengaksesnya diperlukan tor browser.

Peneliti Kaspersky menemukan iklan untuk tiga merek vaksin Covid-19, yaitu Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, dan Moderna. Selain itu juga terdapat penjual yang mengiklankan vaksin Covid-19 yang tidak terverifikasi.

Hal tersebut ditemukan Kaspersky setelah memeriksa sebanyak 15 pasar berbeda di Darknet.

Pakar keamanan Kaspersky Dmitry Galov mengatakan Anda dapat menemukan apa saja di Darknet. Menurutnya tidak mengherankan jika penjual di sana mencoba memanfaatkan proses vaksinasi yang sedang dilaksanakan hampir di seluruh penjuru dunia.

“Selama setahun terakhir, ada banyak penipuan yang mengeksploitasi topik COVID, dan banyak di antaranya berhasil,” ujar Dmitry Galov, seperti dikutip Jalajahnusae.com dari Antara, Senin (8/3/2021)

Galov mengatakan mayoritas penjual vaksin tersebut berasal dari Prancis, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. Vaksin yang dijual tersebut harga per dosisnya berkisar antara US$250 hingga US$1.200, dengan biaya rata-rata sekitar US$500.

Komunikasi dilakukan melalui aplikasi perpesanan terenkripsi seperti Wickr dan Telegram, sementara pembayaran diminta dalam bentuk mata uang kripto, terutama bitcoin.

Berdasarkan temuan Kaspersky, mayoritas penjual “bawah tanah” ini sudah melakukan sekitar 100 hingga 500 transaksi. Ini menunjukkan mereka telah menyelesaikan penjualan, sedangkan kejelasan barang tersebut masih belum diketahui efektivitasnya.

Dari informasi yang tersedia untuk para ahli Kaspersky, tidak dimungkinkan untuk mengetahui berapa banyak dari iklan tersebut yang merupakan dosis vaksin yang tepat dan berapa banyak iklan yang merupakan penipuan.

Ahli Kaspersky mengimbau mengimbau publik untuk tidak membeli produk, termasuk vaksin di Darknet untuk terhindar dari penipuan.

Kasperky memberikan tips untuk mengetahui ikan tersebut penipuan atau bukan. Jika melihat iklan tentang sesuatu yang berhubungan dengan COVID, perhatikan baik-baik URL situs yang dikunjungi.

Selain itu, jika hanya satu huruf yang terlihat tidak pada tempatnya, atau jika .com yang biasa telah diganti dengan .com.tk atau sesuatu yang serupa dengan itu, dapat dicurigai itu adalah phising.

Di samping itu, perhatikan baik-baik tata bahasa dan tata letak di situs yang dikunjungi dan email yang diterima. Jika terlihat mencurigakan, jangan pernah untuk melanjutkan akses lebih jauh.

“Penting bagi pengguna untuk terus berhati-hati terhadap setiap kesepakatan yang terkait dengan pandemi, dan tentu saja, membeli vaksin dari forum Darknet bukan ide yang baik,” tutup Galov. *(adh)