Pemerintah Bangun Infrastruktur Jaringan Internet di Kawasan Wisata Ini

by -
Ilustrasi. Pemerintah tengah mempersiapkan jaringan internet hingga ke pelosok destinasi pedesaan. (Foto: pixabay)

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Kabar gembira buat smart traveler. Kalian tampaknya tidak akan lagi merasakan pengalaman buruk karena susah dapat sinyal.

Misalnya, unggahan Stories di Instagram, harus disimpan terlebih dahulu, untuk kemudian diunggah saat bersua dengan jaringan internet.

Pemerintah segera membangun infrastruktur jaringan internet. Untuk saat ini ada lima tempat wisata yang dijadikan prioritas oleh pemerintah.

Daerah-daerah tersebut diantaranya, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat dan Likupang di Sulawesi Utara.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan pembangunan infrastruktur telekomunikasi akan menjadi perhatian lembaganya untuk mendukung prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas pariwisata Indonesia.

Secara umum, Menteri Kominfo Johnny G Plate mengatakan bahwa pemerintah melalui kementeriannya bersama operator seluler memprioritaskan pemerataan akses internet dan infrastruktur TIK di berbagai sektor di Indonesia.

Pemerataan internet

Internet seakan menjadi senjata untuk menghubungkan Nusantara. Pemerintah ingin memperkecil disparitas infrastruktur antar wilayah, dan percepatan pemerataan internet untuk seluruh wilayah Tanah Air.

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo pada kuartal terakhir 2020 telah menyelesaikan penyelenggaraan sinyal 4G di 1.209 desa dan kelurahan.

Selanjutnya, pada 2021, akan diselesaikan untuk 4.200 desa dan kelurahan, dan di 2022 sebanyak 3.704 desa dan kelurahan di wilayah 3T, daerah terdepan, terpencil dan tertinggal.

Namun, dengan luas wilayah nasional Indonesia yang 7,8 juta km persegi, 1,9 juta km persegi di antaranya daratan dengan 17.500 pulau, menjangkau sebaran penduduk yang begitu luas tentu penyebaran infrastruktur telekomunikasi dan informatika bukan pekerjaan yang gampang.

Di tambah lagi, 3,25 juta km persegi wilayah perairan dan 2,55 juta masuk dalam wilayah Zona Ekonomi Eksklusif, maka pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi menjadi tantangan tersendiri.

“Kita harapkan nanti di akhir tahun 2022 seluruh wilayah kita sampai di desa-desa sudah tersedia sinyal 4G,” ujar Menteri Johnny.

Saat ini Indonesia menggunakan sembilan satelit telekomunikasi di antaranya lima satelit telekomunikasi nasional dan empat satelit telekomunikasi asing sewaan.

Pada 2023, Satelit Multifungsi Republik Indonesia atau SATRIA diharap dapat mengorbit di 146 bujur timur untuk memenuhi pemerataan internet di sisi hilir dengan kapasitas 150 GB per detik.

Dengan adanya Satelit SATRIA-1 pada tahun 2023 nanti diharapkan ada 93.900 sekolah akan dilayani melalui akses internet yang langsung dihubungkan ke satelit. Kemudian, akses internet sisanya akan digunakan untuk pelayanan pemerintah, baik pemerintahan desa, Kamtibmas dan kebutuhan kemasyarakatan lainnya.