PHRI Akan Perjuangkan Harga Tiket Pesawat Turun

oleh -
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karawang Okih Hermawan (berkopiah) didampingi Ketua BPD PHRI Jawa Barat Herman Muchtar (kanan),Jumat malam (07/02/2020) meninjau kesiapan Munas XVII di Resinda Hotel Karawang. Foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Harga tiket pesawat sampai hari ini dinilai masih cukup tinggi. Kondisi ini sangat berdampak pada sektor pariwisata. Akibatnya, tingkat hunian hotel pun menunjukan grafik menurun. Ditambah lagi sekarang beberapa negara sedang dilanda virus corona asal China.

Terkait masalah tersebut, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang hari ini,Sabtu (08/02/2020) mulai menggelar rapat pimpinan (Rapimnas) dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas ) XVII di Kabupaten Karawang akan mencari rumusan agar pemerintah segera menurunkan tiket pesawat.

Sebagaimana diketahui pengusaha wisata babak belur dihajar virus Corona. Sebanyak 20.000 wisatawan mancanegara (wisman) membatalkan perjalanannya ke Bali. Dari angka tersebut, sebanyak 40.000 pesanan kamar hotel di Bali dibatalkan.

Untuk mengantisipasi dampak ini melebar, Ketua Perhimpunan Hotel Republik Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani, berencana untuk menurunkan harga tiket penerbangan dan hotel.

Usulan itu akan disampaikan pada Senin (10/2/2020) mendatang bertepatan puncak acara Munas PHRI.

Wakil Ketua Umum PHRI Yusran Maulana saat memimpin rapat technical meeting pelaksanaan Munas XVII, Jumat malam (07/02/2020), di Resinda Hotel Karawang. Foto: adhi

Dalam munas itu, PHRI akan menerbitkan diskon-diskon pesawat maupun hotel sehingga akan menarik minat wisatawan lokal.

“Jadi mulai Senin kita campaign, harga tiket mulai turun. Insyaallah Senin saya sudah bisa kasih perbedaan harga tiket Januari tahun lalu, dengan Jan tahun ini. Maksudnya untuk memancing orang Indonesia. Tiketnya sudah turun nih, sekarang saatnya kalian untuk pergi,” kata Haryadi, kemarin.

Ia mengungkapkan, pengusaha dalam sektor pariwisata punya potensi meningkatkan jumlah wisatawan lokal.

Pasalnya, banyak wisatawan lokal yang mengalihkan perjalanan wisatanya dari luar negeri ke Indonesia.

“Tapi ada bagusnya juga. Jadi orang yang outbond sekarang beralih, yang sudah bikin plan ke Shanghai, China, sekarang mereka beralih bikin plan ke dalam negeri saja. Jadi kita campaign untuk memperkuat domestic travelers-nya. Karena ini posisinya orang kita nggak ke luar, orang luar juga nggak masuk,” ujar Hariyadi.

Sementara itu, Panitia Munas XVII PHRI sampai Jumat (07/08/2020) terus melakukan persiapan di Resinda Hotel Karawang—yang pada tahun ini ditunjuk sebagai venue pelaksanaan Munas pertama kali ditingkat Kabupaten ini.

(adh)