Menristekdikti Minta Politeknik Perbanyak SDM Terampil Pariwisata

oleh -
Menristekdikti Mohamad Nasir saat Seminar Politeknik Jakarta Internasional di Hotel Borobudur Jakarta pada Jumat (4/10/19). (Dok. Kemenristekdikti)

JALAJAHNUSAE.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menuturkan, industri pariwisata termasuk perhotelan dan kuliner masih membutuhkan banyak lulusan diploma atau vokasi yang bisa langsung bekerja.

“Pemetaannya sampai sekarang tenaga terampil di bidang perhotelan masih terbatas. Di Labuan Bajo, masih kurang. Di Jogja masih kurang. Bali yang begitu besar, bidang perhotelan masih kurang. Ternyata permintaan cukup tinggi, tapi yang profesional. Apakah itu untuk menjadi tour guide-nya, untuk hospitality di perhotelannya, untuk kulinarinya,” tutur Mohamad Nasir saat Seminar Politeknik Jakarta Internasional di Hotel Borobudur Jakarta pada Jumat (4/10/19), bersumber dari keterangan pers Kemenristekdikti.

M Nasir mengatakan, sarjana terapan atau lulusan pendidikan vokasi di bidang pariwisata memiliki kelebihan dibanding sarjana atau lulusan pendidikan akademik, yaitu dapat bekerja tanpa membutuhkan banyak pelatihan.

“Kalau rekrutmen pegawai dari sarjana tidak bisa langsung diterapkan menjadi pegawai, harus dididik dulu,” ucapnya setelah menyerahkan Surat Keputusan Perubahan Sekolah Tinggi Jakarta International Hotels School menjadi Politeknik Jakarta Internasional.