Kunjungi Tanjung Lesung, Sandiaga Minta Kembangkan Desa Wisata

by -
Sandiaga Berkunjung ke KEK Tanjung Lesung. Sumber instagram @Sandiuno

JALAJAHNUSAE.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif (Menparekraf) Sandiaga Uno meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Provinsi Banten untuk menambah destinasi desa wisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung. Hal ini disampaikan dalam upaya penguatan pengembangan wisata tanjung lesung.

“Harus ada desa wisata di sekitar sini. Kalau sekarang ada 16 desa wisata di Pandeglang, bisa ditambah lagi,” kata Sandiaga, dilansir Jalajahnusae.com dari okezone.

Dirinya mengatakan bahwa Tanjung Lesung merupakan KEK pariwisata pertama yang ditetapkan pemerintah.

“KEK Tanjung Lesung punya laut, darat dan udara. Sangat mendukung dengan program ini kita kolaborasikan,” kata Sandiaga.

Menurutnya, dengan mengembangkan desa wisata di KEK tersebut, akan membuka lapangan kerja dan nilai ekonomi masyarakat sekitar.

“Dengan pengembangan wisata berbasis nature dan kultur, saya yakin pariwisata bisa bangkit dan pulih,” katanya.

Sandiaga juga menghimbau agar penerapan protokol kesehatan semakin diperketat agar mengurangi resiko penularan.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif harus menjadi solusi di masa pandemi, bukan malah sebaliknya dianggap menambah klaster baru,” lanjut Sandiaga.

Selain itu, kata Sandiaga mengatakan pengembangan pariwisata harus mendukung UMKM. Baik dalam pengembangan atau optimalisasi penggunaan digital.

Dirinya juga mengatakan, pembangunan jalan Tol Serang-Panimbang yang ditargetkan selesai pada 2022 adalah bentuk dukungan pemerintah pusat kepada KEK Tanjung Lesung.

Sebagai daerah yang rawan bencana, dirinya juga menghimbau pentingnya mitigasi bencana, diantaranya pemantauan cuaca, menyiapkan titik kumpul, jalur evakuasi, serta edukasi kepada wisatawan dan pelaku usaha wisata terkait bencana.

“Kita bisa lebih tanggap kalau terus berlatih, seperti di Jepang,” kata Sandiaga Uno.

Sementara Direktur Kawasan Wisata Tanjung Lesung, Purnomo mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan kawasan tersebut.

“KEK yang dikembangkan dan diresmikan sejak 2015 ini, diharapkan bisa mendongkrak pariwisata di Banten. Kami terus berupaya mengembangkan dan mengundang para investor dari luar dan sudah menyampaikan komitmennya,” kata Purnomo. (JAV/adh)