Pesan Menteri Sandiaga, Jaga Tarsius Untuk Meningkatkan Kunjungan Wisatawan

by -
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno belanja oleh-oleh khas Belitung di Toko oleh-oleh Klapa, Sabtu (06/02/2021). (Foto:IG-@sandiagauno)

BELITUNG,  Jalajahnusae.com – Kepulauan Bangka-Belitung tidak saja dikenal dengan keindahan destinasi pantainya. Di provinsi pecahan Sumatera Selatan ini juga memiliki satwa unik, Tarsius.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno pun berharap Tarsius, yang merupakan primata endemik langka asal Belitung, Babel, dapat terjaga kelestariannya guna mendukung peningkatan wisatawan.

“Saya berharap binatang tarsius dapat dilestarikan dan dikelola dengan baik dengan perhatikan kelestarian lingkungannya agar menjadi daya tarik wisatawan,” kata Sandiaga ketika berkesempatan menyaksikan hewan tarsius secara langsung di Bukit Peramun, Belitung, Sabtu.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Sandiaga Uno berhasil menyaksikan hewan primata langka itu walau hanya selama 45 detik.

Tarsius merupakan primata endemik langka yang hanya bisa dijumpai di Pulau Belitung dengan memiliki ciri-ciri mata sangat besar dengan tubuh sangat kecil sebesar telapak tangan.

Tarsius adalah monyet terkeci;l dunia karena hanya memiliki bobot kurang dari 150 gram dan panjang sekitar 10 sentimeter. Satwa unik ini biasa beraktivitas di malam hari. (Foto:IG-@garethyung2020)

“Tadi, dapat lihat tarsiusnya sekitar 45 detik, lumayan karena bisa lihatnya dekat,” ujarnya.

Ia mengingatkan demi menjaga kelestarian hewan tersebut maka jumlah pengunjung yang ingin menyaksikannya dibatasi.

Hal tersebut dilakukan karena kondisi tarsius yang ada di Bukit Peramun jumlahnya hanya tersisa sekitar 80 ekor.

“Tdak boleh terlalu banyak orang yang lihat, kunjungannya dibatasi, kalau ramai hewan ini mudah stres,” katanya.

Ia berharap semua pihak dapat menjaga kelestarian hewan tersebut dan mengembangkan destinasi Bukit Peramun menjadi ekowisata.

“Ini menjadi produk unggulan wisata di tengah pandemi karena masyarakat banyak mencari produk wisata yang tentunya di udara terbuka,” ujarnya. (ANT/adh)