Koperasi di Kota Bandung Menyusut Tinggal 735 Unit

oleh -
Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Bandung, Atet Dedi Handiman, saat menyampaikan laporan kondisi koperasi di Kota Bandung saat ini di acara acara Peringatan Hari Koperasi ke-73 Tahun 2020 Tingkat Kota Bandung di El Hotel Royale, Rabu (06/08/2020). foto: Jalajah Nusae/adhi

JALAJAHNUSAE.com – Potensi koperasi di Kota Bandung, Jawa Barat hingga Juli 2020  tercatat sebanyak 2.526 koperasi berbadan hukum. Namun setelah adanya reformasi total dan pendataan ulang terhadap lembaga usaha gotong royong tersebut, saat ini koperasi yang aktif menyusut hanya tinggal  735  unit.

Sementara itu berdasarkan data riil koperasi yang telah  melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2019 dan rekap koperasi tahun 2020 sebanyak 300 koperasi dengan jumlah anggota 91.963 orang.

Dari jumlah tadi aset yang dimiliki sebesar Rp. 3,117.259.611.975, meliputi modal sendiri Rp 695 miliar lebih, dan modal dari luar Rp 602 miliar lebih.

“Untuk volume usaha tercatat sebesar 1,7 triliun dan sisa hasil usaha mencapai Rp.65 miliar. Kondisi ini merupakan potensi keekonomian yang harus dikembangkan untuk mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi corona,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah Kota Bandung, Atet Dedi Handiman, usai memberikan laporan pada acara Peringatan Hari Koperasi ke-73 Tahun 2020 Tingkat Kota Bandung di El Hotel Royale, Rabu (06/08/2020).

Tahun ini peringatan hari koperasi mengambil tema Pemulohan Ekonomi Melalui Kekuatan Kolaborasi Di Era Adaptasi Kehidupan Baru.