Peternak Pangandaran Terpaksa Jual Ayam Rp. 4 ribu per Ekor

oleh -
Grand Pangandaran diproyekan menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Di area ini telah dibangun beberapa spot wisata kuliner. Foto: Jalajah Nusae/adhi

“Nanti Lebaran atau sekitar satu atau dua bulan lagi sudah bisa dipotong, jadi harus dipelihara dulu,” kata Ahmad, seorang peternak di Pangandaran, Senin (6/4/2020)

Sementara itu koordinator Kelompok Peternak Ayam Pejantan Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, Yusep Rahmanudin menjelaskan, langkah sejumlah peternak menjual ayam dengan harga di bawah pasaran terpaksa dilakukan untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

“Masalahnya pasokan pakan menjadi langka. Pihak perusahaan pakan tidak melakukan pengiriman,” kata Yusep, Senin (6/4/2020).

“Peternak tidak mau rugi memberi pakan harian ke ayam selama masih ada di kandang, lebih baik dijual cepat saja dan menghindari kematian,” katanya.

Ia mengatakan ketimbang ayam mati di kandang akibat kekurangan pakan, maka menjual ayam lebih awal langsung ke masyarakat dipandang bisa menjadi solusi.

Yusep berharap ada langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk menyiasati kondisi tak menguntungkan yang dialami oleh peternak ayam.

“Dampaknya besar, banyak pegawai kandang yang kehilangan pekerjaan. Ini harus dicarikan solusinya,” katanya.

(adh/dtk)