Bakal Dibangun Masjid di Bakauheni Harbour City Yang Mampu Tampung 2000 Jemaah

by -
Ilustrasi masjid dari Pixabay

JALAJAHNUSAE.com – Tahun ini, PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) fokus pada pengembangan proyek Bakauheni Harbour City.

Pembangunan Masjid Bakauheni akan jadi tahap awal pembangunan di proyek ini.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan pada pembangunan tahap awal, pihaknya akan mendirikan masjid besar di kawasan tersebut.

“Untuk pembangunan tahap pertama tahun 2021, ASDP akan membangun Masjid Bakauheni yang akan didukung Bank Syariah Indonesia,” kata Ira, Minggu (4/4/2021) dilansir Jalajahnusae.com dari Antara.

Dirinya menjelaskan pada tahap 1 akan dilakukan pembangunan Masjid Bakauheni di atas tanah seluas 3,6 hektar.

Rencananya, luas bangunan masjid tiga lantai dan area parkir sekitar 9.000 meter ini mapmu menampung lebih dari 2.000 jemaah.

“Eksistensi masjid tersebut tidak hanya diperuntukkan untuk ibadah saja, melainkan sebagai syiar Islam yang mampu membangkitkan semangat rohani bagi masyarakat sekitar dan wisatawan, sehingga tidak hanya menjadi kawasan wisata yang bersifat Social Commercial Cultural Tourism, namun juga bersifat Spiritual Cultural Tourism,” lanjut Ira.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan, Kawasan Pariwisata Bakauheni disiapkan sekitar 200 hektar.

Lengkap dengan fasilitas hiburan dan amenitas lainnya, seperti Taman Budaya Siger, masjid, resort, perhotelan, Bakauheni Intermoda Terminal, dan lainnya.

Saat ini, pihak ASDP sedang melakukan penyelesaian penyusunan Visioning Masterplan Kawasan Terintegrasi Pariwisata Bakauheni.

Berikut juga kesepakatan kerja sama antara Pemprov Lampung, ASDP, Hutama Karya, dan ITDC dalam satu konsorsium bersama dalam bentuk Joint Venture Company.

Sebagai bentuk sinergi dan dukungan pengembangan kawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga tengah menyusun Rancangan Perda Penetapan Zona Kawasan Pariwisata dan RTRW radius tertentu sebagai penunjang pariwisata dan kemudahan perizinan.

“Dengan adanya komitmen dan upaya akselerasi seluruh pihak, saya optimis proyek ini dapat terwujud pada tahun 2022, lebih cepat dari target 2024. Saya yakin BHC ini akan menjadi kawasan pariwisata terintegrasi nasional yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun asing untuk datang ke ujung pulau Sumatera ini,” kata Arinal. (JAV/adh)