Ulama Saudi: Istri Berhak ‘Tendang’ Suami dari Tempat Tidur Jika Khawatir Terpapar Corona

oleh -
Arab saudi
Sebuah papan billboard bertuliskan "Stay Home" di jalan utama King Fahd yang kosong di Riyadh. Fotografer: Fayez Nureldine / AFP via Getty Images

Ketika negara-negara di seluruh dunia berusaha untuk menerapkan social distancing, memisahkan orang-orang demi menghentikan penyebaran Covid-19, pemerintah Arab Saudi mengerahkan para ulama untuk ikut membantu.

Para ulama gencar berceramah, mengedukasi publik tentang cara efektif menghentikan penyebaran virus.

Dalam sebuah acara perilisan dekrit keagamaan di stasiun televisi yang dikelola Pemerintah Arab Saudi, ulama ternama Sheikh Abdullah al-Mutlaq mengatakan kepada seorang wanita bahwa, dia berhak ‘menendang’ suaminya dari tempat tidur jika suaminya mengabaikan aturan sosial distancing sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Wanita lainnya bertanya kepada al-Mutlaq apakah dia bisa menyerahkan hak suaminya kepada istri kedua jika dia khawatir terinfeksi. Sambil tersenyum, ulama itu menjawab bisa.

Al-Mutlaq merupakan ulama penasihat Kerajaan Arab Saudi, seperti dilansir dikutip dari Bloomberg, Sabtu (4/4/2020).

Ketika negara-negara di seluruh dunia berusaha untuk melakukan social distancing untuk menghentikan penyebaran Covid-19, pemerintah Arab Saudi mengerahkan para ulama.

Para ulama gencar berceramah. Pemerintah yang melibatkan peran para ulama dalam melawan virus corona merupakan terobosan baru.

Sebelumnya, Putra Mahkota Mohammad bin Salman mengesampingkan peran mereka selama beberapa tahun terakhir ketika ia memperkenalkan reformasi yang memperbolehkan pencampuran gender, musik dan hiburan.

Dalam video apik yang diproduksi oleh lembaga-lembaga pemerintah, para ulama menjalankan peran mereka memperkuat pesan yang mendesak publik untuk menjalankan social distancing.

Mereka menyoroti kewajiban seorang muslim untuk menjaga kehidupan dan memuji langkah-langkah yang diambil Raja Salman dalam perang terhadap virus corona.

Dalam satu adegan di video itu, sejumlah anggota Dewan Cendekiawan Senior menggosok tangan mereka dengan pembersih sebelum berbicara dengan umat.

Polisi agama yang dilucuti kewenangannya oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman, telah menjadi bagian dari kampanye untuk menjaga orang-orang tetap di rumah.

Mereka pun memasang sejumlah spanduk termasuk yang menampilkan cara Nabi Muhammad bersin dengan menutupi wajahnya menggunakan tangan atau kain.

Ayham Kamel, kepala Timur Tengah dan Afrika Utara di lembaga konsultasi Eurasia Group, mengatakan, Arab Saudi sudah efektif dalam penanganan krisis virus corona dan ingin menunjukkan kemampuannya untuk menghadapinya.

Data hingga Jumat (3/4/2020), terdapat 1.885 kasus virus corona dengan 21 orang di antaranya meninggal. Sebanyak 328 pasien sembuh.

“Upaya itu didasarkan pada sains, kebijakan, pada apa yang berhasil dan apa yang tidak dan mereka ingin mengambil peran untuk itu,” kata Kamel, di laman Bloomberg.