Ledakan Covid-19 Ancam Jepang Yang “Bandel” Lockdown

oleh -
Warga Jepang tetap berkerumuan untuk menikmati musim Bunga Sakura. Belum dikeluarkannya kebijakan Lockdown membayangi negeri ini terhadap ledakan virus corona. Foto:cnn

JALAJAHNUSAE.com – Pemerintah Jepang dinilai tidak berbuat cukup gesit untuk menghentikan penyebaran virus corona (Covid-19). Akibatnya Negeri Sakura tersebut dalam bayang-bayang ledakan pandemic corona.

Apalagi warganya juga tidak cukup sadar untuk melakukan karantina mandiri,disamping secara penuh belum ada kebijakan lockdown yang dikeluarkan pemerintah.

Kasus virus corona di Tokyo, Jepang, bertambah dalam beberapa minggu belakangan. Dalam dua hari, kenaikan kasus positif Covid-19 pun naik lebih dari dua kali lipat.

Pekan lalu, kasus Covid-19 di Tokyo naik dari 40 pada Selasa (31/3) menjadi 97 pada Kamis (2/4), serta bertambah 89 kasus lagi pada Jumat (3/4), seperti dilaporkan Pemerintah Tokyo Metropolitan.

Baca Juga: “Bodo Amat” Corona,Ribuan Warga Jepang Nikmati Musim Bunga Sakura

Kentaro Iwata, seorang spesialis pengendalian infeksi dari Universitas Kobe, khawatir jika kondisi ini terus berlanjut maka Tokup bisa menjadi New York berikutnya.

Iwata telah berulang kali memperingatkan bahwa pemerintah Jepang tidak berbuat cukup gesit untuk menghentikan penyebaran virus.

“Jepang perlu keberanian untuk berubah, kita sudah ada di jalan yang salah ketika sadar nanti,” tuturnya. “Kita mungkin melihat New York berikutnya di Tokyo.”