Warga Sleman Gotong Royong Bangun Desa Wisata Embung Blubuk

by -
Foto: Amin Kuntari

Jalajahnusae.com – Pengembangan ekonomi sektor pariwisata masih terus digaungkan. Pandemi memberikan dampak mendalam bagi sektor ini. Banyak pelaku pariwisata gulung tikar. Untuk meningkatkan ekonomi lewat pariwisata, rombongan instruktur senam dari 17 kapanewon menyambangi destinasi wisata baru di Kulonprogo, Kamis (4/3).

Agar masyarakat tergugah, rombongan tersebut melakukan touring dengan sepeda motor mengunjungi destinasi wisata baru di Kulonprogo. Dikoordinatori oleh Dwi Susilawati, mereka menyambangi Embung Blubuk di Sendangsari Pengasih sekaligus melakukan senam bersama warga sekitar.

Dwi Susilawati mengatakan, masyarakat sekitar sangat pandai memanfaatkan lingkungan sekitar, sehingga kawasan destinasi ini sangat menarik. Menggunakan konsep warga bantu warga, ide dan pengembangan fasilitas wisata dilakukan secara swadaya masyarakat sekitar.

“Mereka membuka objek wisata Embung Blubuk dengan swadaya masyarakat. Ini perlu kita contoh. Bergerak cepat tanpa menunggu bantuan orang lain maupun dana dari pemerintah,” kata Susi, dilansir dari Krjogja.

Dirinya melanjutkan, Desa wisata merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat. Hal ini juga termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Nantinya, kehadiran wisatawan ke Embung Blubuk bisa menghasilkan keuntungan bagi warga sekitar. Menjual makanan, pakaian, kerajinan, bahkan fasilitas pendukung kegiatan wisata bisa jadi potensi pendapatan bagi warga.

“Adanya desa wisata otomatis kuliner akan tergugah. Dampaknya, ekonomi masyarakat dapat meningkat,” lanjut Susi.

Dirinya berharap masyarakat Sleman khususnya sekitar wisata Embung Blubuk dapat tergugah untuk bersama-sama bangkit dari dampak pandemi dengan membangun desa wisata demi menaikan nilai ekonomi. (JV/TSS)