GBCA Diresmikan, Jadi Objek Wisata Edukasi Baru di Belitung

oleh -
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa, menandatangani prasasti Galeri Budaya Cinta Alam Belitung, Jumat (04/09/2020) disaksikan Gubernur Bangka-Belitung. (Foto: doka diskominfo Babel)

BELITUNG, Jalajahnusae.com – Satu lagi objek wisata edukasi berdiri di Provinsi Kepuluan Bangka Belitung. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)   Suharso Monoarfa,  meresmikan Galeri Budaya Cinta Alam (GBCA) Belitung,  yang diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di negeri laskar pelangi itu.

“Ini luar biasa, karena yayasan pengelola galeri mampu mengelola lahan ini menjadi tempat wisata sekaligus edukasi tentang alam dan pemanfaatannya,” kata Suharso Monoarfa di Belitung, Jumat (04/09/2020).

Selain meresmikan Galeri Budaya Cinta Alam yang dikelola Yayasan Keluarga Universal Belitung, Menteri PPN didampingi istri, Nurhayati Effendi Monoarfa, Wakil Pimpinan Komisi V DPR RI, dan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung juga meresmikan Bank Sampah Eco Enzyme di Geo Theater di Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung.

Pada kesempatan itu, Menteri Suharso Monoarfa mengapresiasi Yayasan Keluarga Universal Belitung yang bergerak di bidang budaya, pendidikan, sosial dan pariwisata ini, mengelola kawasan seluas 30 hektare menjadi galeri budaya cinta alam untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat atau pengunjung tentang pentingnya menjaga dan merawat keasrian alam.

Tidak hanya itu, yayasan ini juga mengelola bank sampah yang menggalakkan pembuatan eco enzyme l. Eco enzyme dapat digunakan untuk menyuburkan tanah serta manfaat rumah tangga lainnya.

“Eco enzyme diolah dari sampah organik atau sampah rumah tangga yang biasa hanya dibuang ke tempat pembuangan sampah, di sini sampah organik ini lebih bermanfaat dalam menjaga kelestarian alam bagi keberlangsungan hidup manusia dan makhluk hidup yang ada di bumi,” ujarnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan mengatakan keberadaan galeri ini diharapkan menjadi pesan singkat atau sebagai pengingat bagi masyarakat dan pengunjung tentang alam Indonesia secara global dan Pulau Belitung secara spesifik.

“Kami berharap dengan adanya galeri ini dapat mengedukasi pengunjung, karena isi dan interior galeri ini terbuat dari bahan alami yang merupakan bentuk pemanfaatan hasil alam,” katanya. (*/adh)