Finalis Putri Pariwisata Diharapkan Bisa Promosikan Indonesia Melalui Platform Digital

oleh -
Para Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2019 dan Putra Putri Pariwisata Nusantara (P3N) 2019 saat mengikuti gala dinner di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (2/9/2019). Foto:dok kemenpar

JALAJAHNUSAE.com –  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengajak para finalis Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2019 dan Putra Putri Pariwisata Nusantara (P3N) 2019 mempromosikan Indonesia melalui platform digital.

Hal itu disampaikan Menpar saat menhadiri gala dinner dan jumpa pers Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2019 dan Putra Putri Pariwisata Nusantara (P3N) 2019 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Menurut Arief Yahya, pariwisata saat ini sudah menjadi salah satu penghasil devisa terbesar bagi Indonesia.

Untuk itu, para finalis PPI 2019 dan P3N 2019 mesti bersama-sama berperan dalam mempromosikan keindahan Indonesia melalui platform digital.

“Pariwisata itu sudah ditetapkan sebagai inti ekonomi bangsa. Pariwisata akan menjadi penghasil devisa terbesar nantinya. Pada 2018 devisa sektor pariwisata sebesar 19,2 miliar dolar AS dan 2019 diproyeksikan mencapai 20 miliar dolar AS. Para finalis harus juga punya peran melakukan sesuatu di era digital ini,” kata Menpar Arief Yahya.

Demi menyongsong pariwisata 4.0, ia mengajak anak-anak muda berprestasi tersebut untuk memviralkan objek-objek wisata di destinasi wisata digital yang tersebar di seluruh Indonesia yang juga digemari oleh kaum milenial.

foto: dok kemenpar

Menpar Arief Yahya menjelaskan revolusi teknologi informasi digital di bidang pariwisata (Pariwisata 4.0) telah membawa perubahan signifikan dalam penyelenggaraan kepariwisataan.

”Perubahan ini tidak hanya menciptakan peluang, namun juga berbagai tantangan pada setiap pilar kepariwisataan Indonesia dalam mencapai tujuannya, yakni menyejahterakan masyarakat Indonesia,” jelas Menpar Arief Yahya.

Pada kesempatan yang sama, hadir mendampingi Menpar Arief Yahya antara lain Pendiri Yayasan El John Indonesia Johnnie Sugiarto serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen COE Esthy Reko Astuti.