Uni Emirat Arab Gelontorkan Dana Rp 1,3 Triliun untuk Kembangkan Wisata Ciater

by -
Kawaan Wisata Ciater
Pekerja pemetik teh PTPN dengan latar belakang Gunung Takuban Perahu. Kawasan perkebunan teh ini kelak akan menjadi salah satu spot pengembangan kawasan wisata oleh PT Jaswita bekerjasama dengan Uni Emirat Arab. Foto: Jalajahnusae.com/adhi

BANDUNG, Jalajahnusae.com – Uni Emirat Arab (UEA) tertarik menanamkan investasi untuk pengembangan  wisata di kawasan wisata Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Tak tanggung-tanggung negara petro dollar tersebut telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 triliun.

MoU kerjasama pun sudah diteken dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat, PT Jaswita selaku badan yang ditunjuk untuk mengelola seluruh aset dan pariwisata yang ada  di Jawa Barat.

Rencananya pengembangan parwisata tersebut akan dilakukan di atas lahan sekitar 440 hektare milik PTPN.

Pemimpin Divisi Bidang Bisnis dan Hukum PT Jaswita Ridha Wirahman mengatakan, komunikasi dengan investor asal UEA berjalan intensif agar berinvestasi Rp1,3 triliun.

“Kita sudah komunikasi, bahkan sudah melakukan MoU. Tetapi ini memang masih awal. Kita harapkan ini bisa segera direalisasikan,” kata Ridha kepada wartawan di Bandung, Kamis, 3 Juni 2021.

Menurutnya, kerja sama investasi itu dipicu oleh event West Java Investmen Summit beberapa waktu lalu yang ditindaklanjut dengan MoU.

“Rencananya nanti dibangun beberapa wahana wisata di sana dengan konsep yang berbeda dan tentunya menarik para wisatawan,” katanya.

“Apalagi udara di sana sangat bagus, sehingga akan disesuaikan dengan kondisi di sekitarnya. Mudah-mudahan ini bisa segera kita tindak lanjut,” ujarnya.

Bukan hanya sebatas destinasi wisata di Jawa Barat, PT Jaswita pun berencana untuk meningkatkan potensi pendapatan bisnis dengan berinvestasi di objek wisata yang ada di luar Jawa Barat, salah satunya di Labuan Bajo. Perusahaan bahkan berencana membeli satu unit kapal pinisi.

“Untuk di Laboan bajo kita akan menggandeng mitra kerja sama, akan dikelola oleh anak perusahaan Jaswita. Sedangkan untuk nilai proyeknya itu sekitar Rp6 miliar, dengan pola investasi 70 persen Jaswita, dan 30 persen untuk mitra,” katanya. (viva/adh)

Redaksi: Terjadi perbaikan foto pada artikel