Stok Terbatas, Puluhan Ribu Warga Tabanan Belum Divaksin

by -
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika (JULIADI/ RADAR BALI)

JALAJAHNUSAE.com – Bali menaruh target vaksinasi rampung pada Juni mendatang, hal ini dilakukan terkait pembukaan gerbang pariwisata. Namun, rupanya target tersebut masih jauh dari harapan.

Hal ini terjadi karena pasokan vaksin dari pemerintah pusat jumlahnya tak memadai. Vaksin yang disebar bahkan terjadi kekosongan di beberapa daerah.

Dari data dinas kesehatan, dari jumlah penduduk Tabanan yang mencapai 450 ribu jiwa. Pemerintah pusat menargetkan jumlah penduduk yang tervaksin yakni 70 persen. Maka nantinya ada sekitar 315 ribu jiwa yang akan menerima vaksin.

Maka dari itu, pemerintah wajib menyediakan sebanyak 630 ribu vial dosis vaksin. Karena vaksinasi diberikan sebanyak dua kali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dr Nyoman Suratmika menjelaskan, vaksinasi di Tabanan terus berjalan, sasarannya yakni lansia, pelayan publik dan guru.

“Data kami saat ini per 23 April lalu, total masyarakat Tabanan yang sudah tuntas vaksinasi tahap I dan II berjumlah 13.438 orang. Dengan sisa masih jumlah puluhan ribu masyarakat Tabanan yang belum tervaksin,” kata Suratmika, dilansir Jalajahnusae dari RadarBali, baru-baru ini.

Pihaknya menaruh target jumlah vaksinasi tahap 1 dan II sebanyak 85.755 orang. Namun hasilnya asih jauh dari target, saat tahap pertama vaksinasi menyasar 45.764 jiwa. Pihaknya hanya menerima vaksin sebanyak 32.326 dosis. Kemudian tahap kedua tersisa vaksin 2.298 dosis.

“Sisa vaksin inilah yang digunakan untuk vaksinasi kepada masyarakat. Kalau target bulan Juni saya rasa belum bisa tercapai. Lantaran kendala distribusi vaksin yang terbatas,” katanya.

Vaksinasi menyasar guru dan teaga pengajar lainnya karena pihaknya mengejar pemulihan kegiatan pendidikan yang rencananya aan kembali tatap muka pada juli mendatang.

Menurut data yang diterima dari Dinas Pendidikan Tabanan, jumlah guru yang sudah divaksin sekitar 5000 jiwa.

“Target guru yang divaksin 5.000 lebih, kita akan lakukan bertahap vaksinasi untuk mereka sesuai dengan ketersediaan vaksin,” pungkas Suratmika. (*/JAV)