Mall Menunggu Berkah Dari Penerapan Larangan Mudik Lebaran 2021

by -
Pusat Perbelanjaan
Suasana pusat perbelanjaan King Plza di Jalan Kapatihan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/4/2021). Foto: Jalajah Nusae/Adhi

JAKARTA, Jalajahnusae.com – Pusat perbelanjaan modern (Mall) diperkirakan bakal menangguk untung jika penerapan larangan mudik lebaran 2021 benar-benar diterapkan.

” Larangan mudik dapat menjadi peluang atau kesempatan bagi Pusat Perbelanjaan di kota – kota besar, khususnya DKI Jakarta untuk mendapatkan peningkatan kunjungan,” kata Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja seperti dikutip Jalajahnusae.com dari Kontan.co.id, Minggu (02/5/2021).

Alphonzus memprediksi, lonjakan jumlah pengunjung bisa terjadi di kota-kota besar terutama di DKI Jakarta selama masa peniadaan mudik pada 6-17 Mei.

Akan tetapi, Alphonzus meyakini kesempatan itu baru akan terwujud apabila larangan mudik benar-benar ditegakkan.

Dengan demikian, masyarakat yang tidak mudik akan memilih berkunjung ke pusat perbelanjaan untuk mengisi waktu liburan.

Alphonzus pun memperkirakan bahwa lonjakan pengunjung ke pusat perbelanjaan berkisar 30-40 persen selama masa libur Lebaran nanti.

“Diperkirakan akan ada peningkatan kunjungan ke pusat perbelanjaan sekitar 30% – 40%,” imbuhnya.

Sudah punya SOP

Alphonzus mengakui, pusat perbelanjaan belakangan mengalami lonjakan pengunjung belakangan.

Ditegaskan Alphonzus, pihaknya sudah memiliki standard operating procedure (SOP) yang wajib diterapkan pusat perbelanjaan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pengunjung.

Ada dua aturan dalam SOP tersebut. Pertama, membatasi jumlah pengunjung yang akan masuk ke pusat perbelanjaan dengan cara masuk bergantian.

Kedua, menutup sementara akses masuk ke pusat perbelanjaan sampai jumlah pengunjung di dalam pusat perbelanjaan telah berkurang.

Adapun yang memastikan SOP tersebut diberlakukan adalah sejumlah petugas Satgas Covid-19 yang berpatroli di pusat perbelanjaan.

“Tiap Pusat Perbelanjaan juga telah memiliki Satgas Covid-19 yang akan terus melakukan patroli untuk memastikan bahwa semua yang berada di pusat perbelanjaan menaati dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, disiplin dan konsisten,” jelas Alphonzus.

Meski menyadari adanya lonjakan pengunjung belakangan, Alphonzus menilai secara umum untuk periode Januari hingga Maret 2021, rata-rata pengunjung masih di bawah 50 persen dari normal.

Menurutnya, jumlah kunjungan diprediksi baru akan bergerak menuju normal apabila masyarakat umum telah mendapat vaksinasi Covid-19.

“Jadi kunci dalam hal peningkatan kunjungan ke Pusat Perbelanjaan adalah vaksinasi untuk masyarakat umum,” pungkasnya.

Lonjakan pengunjung di pusat perbelanjaan belakangan terlihat di sejumlah tempat menjelang Idulfitri 2021.

Selama Sabtu (1/5/2021) hingga Minggu (2/2021), kepadatan pengunjung terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat di mana jumlah pengunjung mencapai hampir 200 persen dari kapasitas.

Hal tersebut membuat personel Satgas Covid-19 di lokasi kewalahan untuk mengatur jumlah pengunjung.

Sehingga, aparat gabungan dikerahkan sebanyak 1.000 orang untuk menggiatkan protokol kesehatan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga membuat sejumlah aturan untuk menekan kerumunan di Tanah Abang, termasuk kereta Commuter Line tidak berhenti di Stasiun Tanah Abang.