Serunya Melawat Kawasan Wisata Ciwidey Bersama Amasari Tour & Travel

by -
wisata Ciwidey bersama Amasari Tour & Travel
Foto: Dok. Amasari/Miftah

Jalajahnusae.com – Java, reporter Jalajahnusae berkesempatan mengikuti trip melawat kawasan wisata Ciwidey bersama Amasari Tour & Travel dan peserta lainnya. Kami off road menjelajah kawasan Situ Patenggang, makan, bersantai, dan bermain di Emte Highland.

Sejuk udara Bandung selimuti pagi hari saat perjalanan ini akan dimulai. Hotel Sari Ater Kamboti jadi titik kumpul seluruh peserta yang ikut melakukan perjalanan ke Ciwidey. Tepatnya di lahan luas belakang hotel, terdapat juga taman Malabar yang asri dan tenang.

Tepat pukul 08.00 WIB kami antre untuk diberi hand sanitizer untuk pokes sebelum naik bus lalu berangkat dari titik kumpul menuju pemberhentian pertama yaitu Emte Highland Resort Ciwidey dengan naik bus Amasari.

Foto: Dok. Amasari/Miftah

Perjalanan menyenangkan ini dipandu oleh Ade. Dengan tangkas Ia mengadakan perkenalan singkat dimana para peserta satu-persatu memberikan sambutannya. Tak hanya itu, dirinya juga mengisi waktu perjalanan dengan permainan sederhana yang begitu menghibur. Gelak tawa berhamburan dalam perjalanan menuju Ciwidey.

Serunya Main di Emte Highland Resort

Keceriaan perjalanan mengantarkan kita sampai ke Emte Highland Resort yang merupakan salah satu destinasi wisata di Ciwidey. Tempat ini tersedia fasilitas kolam pemandian air panas. Mengingat suhu udara di Ciwidey sangat dingin, berendam jadi pilihan yang menggoda. Namun kami sudah ditunggu oleh dua mobil Land Rover yang siap mengantar seluruh peserta untuk off road ke jalur Glamping Lakeside. Land Rover tersebut menamakan komunitasnya Landyz.

wisata Ciwidey bersama Amasari Tour & Travel
Foto: Dok. Amasari/Miftah

Jalur off road di Ciwidey yang kami lalui cenderung pendek namun  tidak mengurangi keseruan. Pasalnya, medan yang ditempuh cukup membuat kita terpontang-panting. Mobil mengalami kemiringan yang cukup untuk membuat salah satu peserta teriak sambil tertawa. Seru dan menantang, rombongan off road berhasil melibas jalur hingga tiba di Glamping Lakeside Situ Patenggang.

Pemandangan danau dihias glamping tepat di sisi air. Kabut tipis menggelayun lambat diatas air yang tenang. Pengelola menyewakan tempat tersebut khusus untuk wisatawan yang menginap. Di tempat wisata ini ada wahana yang mencuri perhatian, namanya Golesat. Wahana ini hampir mirip dengan olahraga Drift Trike, sebuah permainan dengan menggunakan sepeda roda tiga sambil menyusuri jalanan menurun dan berkelok. Daya lesatannya mengandalkan konsep massa jenis dan gravitasi.

Setelah puas menikmati indahnya pemandangan dan suasana yang membuai, seluruh peserta kembali naik ojekan Landyz untuk menuju ke titik start yakni Emte Highland Resort. Di perjalanan tampak bangkai bus yang sudah dipulas gambar khas seni modern. Juga yang terhormat para petani tampak tengah rehat usai memetik pucuk teh.

Setibanya di Emte Highland Resort kami disuguhkan ragam hidangan lezat khas sunda yang berjajar. Ayam serundeng, sayur asem, tahu, tempe tak lupa nasi dan sambal stroberi yang cukup eksperimental. Kami santap di saung tepi danau kecil dengan khusyuk.

Foto: Dok. Amasari/Miftah

Danau kecil di belakang area makan terdapat ikan serta sepeda bebek yang terapung. Meski sepertinya asyik jika setelah makan bisa bersantai terapung di danau, penulis tidak tertarik. Pasalnya, kabut ternyata membawa serta rintik embun layaknya gerimis.

Sore menjelang, sang pemandu yang sedari tadi tak absen guyon menginisiasi permaina sederhana. Jika boleh menebak, Ia bermaksud bonding. Berangkat dari analisa cemen yang penulis tafsir, modusnya berhasil.

wisata Ciwidey bersama Amasari Tour & Travel
Foto: Dok. Amasari/Miftah

Dari seruan Ade, permainan itu disebut “Tes Konsentrasi”. Peserta dibagi jadi 3 kelompok lalu diberi tantangan konsentrasi gerakan. Candaan jadi nomor paling sering hadir pada momen tersebut. Sang pemandu mampu membuat permainan sederhana ini begitu seru, riang namun kompetitif. Hingga sampai Ia menentukan kelompok pemenang. Celotehannya yang dijadikan slogan permainan, “Tak seberapa hadiahnya, tapi harga diri,” Ade berseru.

Setelah permainan, kami pun bersiap untuk foto bersama. Sementara bus sudah menunggu, siap mengantar kami pulang. Di perjalanan pulang, para peserta sepertinya masih semangat. Iringan musik karaoke bergema. Masing-masingnya menyumbang suara secara bergantian. Iringan mendadak dangdut menemani hingga pemberhentian terakhir.

Baca artikel menarik lainnya di Jalajahnusae.com, yuk! (JV/TSS)