Selain OTA, Anggota ASITA Juga Boleh Ikut “Handle” Perjalanan ASN

oleh -
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Jawa Barat Budijanto Ardiansjah (ke-4 dari kanan) foto bersama dengan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemda Jawa Barat Dr.Ika Mardiah (ke-5 dari kiri) usai melakukan pertemuan,Senin (02/03/2020) di Bandung. Foto: Ist

JALAJAHNUSAE.com – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Jawa Barat kembali melakukan audiensi dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat, melalui Biro Pengadaan Barang/Jasa (PBJ). Pertemuan ini untuk mematangkan pembahasan terkait digitalisasi perjalanan Aparat Sipil Negara (ASN) kepada tiga Online Travel Agent (OTA) beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan antara Ketua ASITA Jawa Barat Budijanto Ardiansjah dengan Kepala Biro PBJ Jawa Barat Dr Ika Mardiah di ruang rapat Biro PBJ Jalan P.H.H Mustofa 22,Kota Bandung,Senin (02/03/2020) tersebut telah menghasilan titik temu.

Selain menunjuk tiga OTA, PT Aero Globe Indonesia, PT Global Tiket Network (Tiket.com), dan PT Trinusa Travelindo (Traveloka), semua agent perjalanan bisa ikut dalam tender perjalanan ASN dilingkup Pemerintah Daerah Jawa Barat.

Sementara Airy Room hanya masuk dalam e-catalogue dalam hal pengadaan kamar hotel.

“Dari hasil pertemuan kami dengan Pemda Jawa Barat, disepakati semua agent perjalanan yang memenuhi kualifikasi tetap diperbolehkan meng-handle perjalanan dinas ASN,” kata Budijanto kepada Jalajahnusae.com, usai pertemuan kemarin.

Salah satu persyaratan bagi agent yang ingin mengikuti proses penunjukan perjalanan ASN adalah perusahaanya sudah terdaftar dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

“Tadi dari Biro PBJ sudah menyampaikan bahwa akan melakukan sosialisasi terhadap keputusan ini. Namun demikian, kami masih tetap menunggu surat edaran atau peraturan Gubernur sebagaimana yang juga disampaikan  saat penunjukan kepada tiga OTA, sebelumnya,” tambah Budijanto.

Oleh sebab itu,Budijanto menghimbau kepada seluruh anggota ASITA yang selama ini memang sudah menjalin kerjasama dengan Pemprov Jawa Barat untuk tetap melakukan penjualan atau kegiatannya.

Foto: Ist

“Silahkan berjalan seperti biasa. Bagi yang sudah melakukan kerjasama dengan Pemprov Jabar dilanjutkan saja kegiatannya,” tandas Budijanto.

Sebagaimana siaran pers yang dikeluarkan Humas Provinsi Jawa Barat, Selasa (18/02/2020), tahun ini semua pembelanjaan keperluan perjalanan dinas ASN Pemprov Jabar dan anggota DPRD Jabar dilakukan secara online, sekaligus inovasi sektor pengadaan jasa pemprov yang pertama kali dilakukan di Indonesia.

“Pemprov Jabar yang pertama memulai mem-booking traveling untuk perjalanan dinas ASN secara online,” ujar Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil.

Melalui online proses jual-beli akan terjamin secara kompetitif, mudah, dan lebih jelas pertanggungjawabannya lewat jejak digital.

Para ASN pun dipersilakan memilih keempat perusahaan tersebut untuk keperluan tiket dan akomodasi perjalanan dinas.

“Karena ini sifatnya tidak satu (perusahaan), maka ada empat perusahaan yang bergabung nanti boleh memilih mulai dari Traveloka, Airy, dan lainnya,” ujarnya.

Belakangan keputusan Gubernur Jawa Barat menunjuk tiga OTA itu menuai  protes dari perusahaan perjalanan wisata, seperti ASITA. Argumentasinya, kebijakan tersebut dianggap monopoli dan mengabaikan perusahaan perjalanan wisata daerah yang juga memiliki kualifikasi yang sama.

(adh)