Myanmar Tak Lagi “Recomended” Untuk Tujuan Wisata

by -
Salah seorang wanita Myanmar berada di salah satu destinasi perairan. Negara tersebut sekarang terancam perang saudara karena kudeta yang dilakukan militer. (Foto: Pixabay)

JALAJAHNUSAE.com – Sempat mentereng di posisi pertama sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat dunia tahun 2020, Myanmar terancam kehilangan potensi wisata.

Apalagi, kalau bukan karena “huru-hara” politik yang terjadi di negara yang dulu dikenal sebagai Burma itu.

Junta militer setempat, Senin (1/2/2021), mengumumkan bahwa pihaknya mengambil alih kekuasaan dan menetapkan masa darurat selama satu tahun ke depan.

Dalam kurun waktu tersebut, negara tidak menjamin kestabilan keamanan dalam negeri. Sewaktu-waktu perpecahan bisa terjadi karena munculnya perlawanan dari masyarakat sipil.

Panglima militer Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing sendiri yang memimpin kudeta militer dengan menangkap pemimpin de-facto Aung San Suu Kyi dan tokoh senior pemerintahan lainnya.

Militer juga mengumumkan bahwa kekuasaan telah diserahkan kepada Jenderal Min Aung Hlaing sebagai Panglima Militer Myanmar.