Belum Memungkinkan Mendatangkan 10.000 Wartawan Ke Kota Bandung

by -
Ilustrasi

BANDUNG, Jalajahnusae.com – Kota Bandung, Jawa Barat tercatat beberapa kali telah menjadi tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN).

Bandung sering dipilih menjadi tempat perhelatan HPN karena memiliki banyak destinasi yang bisa dikunjungi. Namun, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang hal itu tentu berat untuk dilaksanakan.

“Kota Bandung beberapa kali pernah menjadi tuan rumah HPN. Banyak yang menyatakan Bandung mengasyikan, sehingga banyak peserta yang senang disini, karena sekalian berlibur. Tetapi mendatangkan 10.000 wartawan dalam kondisi sekarang, tidak memungkinkan,” kata Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat Hilman Hidayat dalam perbincangan terkait HUT HPN tahun 2021 yang disiarkan chanel youtube Gerobak Podcast yang kutip Jalajahnusae.com, Rabu (03/02/2021).

Sebagaimana direncanakan, Presiden Joko Widodo dipastikan akan menghadiri acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021 dari Istana Merdeka secara virtual pada Selasa 9 Februari mendatang.

Kepastian kehadiran presiden tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, ketika menerima Audensi secara virtual Pengurus PWI Pusat dan Panitia Hari Pers Nasional 2021 Selasa, (2/2/2021).

Menurut Hilman, untuk di daerah, termasuk Jawa Barat HPN akan dilaksanakan secara serentak dengan bersama-sama memotong nasi tumpeng sebagai tanda peringatan HUT HPN tahun ini.

“Nanti di Jawa Barat kita akan merayakannya bersama Pak Gubernur, memotong nasi tumpeng dan untuk peserta lainnya akan mengikuti melalui virtual,” lanjut wartawan senior yang juga CEO ( Chief Executive Officer ) Ayobandung.com ini.

Menurut Hilman, puncak HPN di Jawa Barat akan dilaksanakan pada bulan Maret di Kabupaten Cianjur dengan peserta dibatasi.

“Nanti peserta yang akan mengikuti acara HPN di Cianjur dibatasi hanya 50 orang. Mereka juga diminta untuk membawa hasil Rapid Tes Antigen. Pada kesempatan tersebut kita akan memberikan tropi penghargaan kepada pejuang-pejuang garda terdepan dalam melawan Covid-19,” jelasnya.

Tema besar HPN tahun ini adalah Membangkitkan Ekonomi Di Tengah Pandemi. Prinsip dasar pengejawantahan adalah bagaimana pers berkontribusi dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi.

“Pers sebagai kontrol sosial tetap harus memberikan kritik-kritik yang konstruktif. Tak selamanya berita-berita positif yang dihasilkan menjadi sebuah informasi yang baik. Kita lihat di beberapa negara, pers itu cenderung menjadi corong pemerintah untuk menyampaikan berita-berita baik saja. Sementara kita sudah sepakat sejak reformasi, pers menjadi alat kontrol menuju demokrasi yang sehat,” paparnya.

Oleh sebab itu, Hilman berpesan agar insan pers tetap menjadi garda independen dengan tetap memperhatikan kaidah jurnalistik dan UU Pokok Pers. (adh)