Pelaku UMKM Bali Mulai Bangkit Dari Akibat Dampak Pandemi

oleh -
Salah satu produk UMKM Bali, Jamu Kunyit siap saji. (Foto:IG-@infoumkmbali)

BALI, Jalajahnusae.com – Pandemi COVID-19 telah membuat perekonomian Bali yang selama ini menggantungkan dari sektor pariwisata menjadi terpuruk, bahkan pada triwulan III-2020 mengalami kontraksi hingga 12,28 persen.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah bersinergi untuk membangkitkan perekonomian Bali agar tidak terjatuh semakin dalam. Tak hanya untuk memulihkan sektor pariwisata, tetapi juga untuk membangun optimisme usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Bantuan Produktif untuk Usaha Mikro (BPUM) yang senilai Rp2,4 juta bagi masing-masing UMKM agar tetap dapat menjalankan usahanya di tengah pandemi juga telah diterima 216.956 pelaku UMKM di Pulau Dewata.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengatakan sebelumnya 305.072 pelaku usaha di Bali telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan tersebut dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Namun, BPUM yang menjadi salah salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional, akhirnya terealisasi diterima 216.956 pelaku UMKM dengan jumlah nominal mencapai Rp520,69 miliar lebih.